Titik Api Berkurang, Kadishut: Perlu Penguatan di Tingkat Bawah

Ir Fadrizal Labay, Kepala Dinas Kehutanan Riau.

Pekanbaru, oketimes.com - Terkait titik api dan hotspot yang jumlahnya mulai meningkat dalam beberapa waktu belakangan, guna mengantisipasi meluasnya Karhhutla yang saat ini mulai terjadi di beberapa daerah di Riau, Kepala Dinas Kehutanan Riau, Ir Fadrizal Labay menilai perlunya penguatan di tingkat bawah, yaitu pencegahan.

Penguatan di tingkat bawah tersebut, yakni yang dilakukan oleh elemen masyarakat sekitar, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA). Diakui, saat ini titik api terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis, di antaranya berada di kawasan Areal Peruntukan lain (APL).

"Namun itu, jika karhutla sudah terjadi, harus diatasi sedini mungkin. Itu sesuai dengan instruksi Presiden pada jajaran TNI Polri dan pemerintah daerah," kata Fadrizal Labay.

Diakui Kadishut juga, terjadinya ada faktor kelalaian manusia dalam terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini. "Untuk itu, kita juga sudah meminta perusahaan perkebunan dan HTI yang ada untuk melakukan upaya-upaya pembasahan lahan gambut atau membuat sekat kanal," katanya.

Selain itu, kepada perusahaan diminta juga untuk menyiapkan petugas dan regu pemadam untuk mengantisipasi karhutla sejak dini. Selama ini sebut Kadishut, perusahaan telah melakukan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Kembali pada terjadinya karhutla, yang menjadi target Dinas Kehutanan yakni agar karhutla yang terjadi tidak meluas. "Kalau ada muncul titik api, segera ditangani dengan cepat, jangan sampai meluas," papar Fadrizal Labay.

Senin (7/3/16) kemarin, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi hanya tujuh titik panas di Sumatera. Jumlah ini turun drastis dibanding hari sebelumnya, yakni 69 titik. Turunnya jumlah titik panas di provinsi tersebut tidak terlepas dari hujan yang terjadi terutama di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan pada dini hari.

"Sensor modis satelit baik Terra dan Aqua, hari ini terpantau tujuh titik panas di Sumatera dengan wilayah penyebaran terkosentrasi di Provinsi Riau," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.(ndi)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait