Kantor PJN-BM Riau Jarang Pasang Bendera
Selain tidak memiliki papan nama kantor, Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) APBN Bina Marga wilayah Riau, juga jarang mengibarkan bendera merah putih sebagaimana mestinya kantor di pemerintahan.
Pekanbaru, oketimes.com – Selain tidak memiliki papan nama kantor, Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) APBN Bina Marga wilayah Riau, juga jarang mengibarkan bendera merah putih sebagaimana mestinya kantor di pemerintahan. Alhasil, kantor yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupera) itu, dinilai tak menghargai simbol negara.
"Sebagai kantor pemerintahan, sudah seharusnya memasang bendera merah putih. Jangankan kantor pemerintahan, kantor Swasta saja termasuk LSM turut memasang bendera. Saya tak habis pikir bagaimana mungkin instansi dibawah naungan Kemenpupera pusat ini tak miliki bendera merah putih sebagai simbol negara," ujar Eka Syahputra, Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia (Pekat) Kota Pekanbaru pada awak media ini, Selasa (8/3/16).
Menurutnya, tak dipasangnya bendera merah putih di Kantor Satker PJN APBN Bina Marga Riau, sama halnya dengan mengangkangi UUD 1945 dan Pancasila. Dan itu merupakan potret buruk sebuah instansi pemerintahan.
Eka menduga, ketiadaan bendera merah putih dan papan nama di Kantor Satker PJN APBN Riau, punya motif terselubung. Salah satunya untuk menghindari masyarakat yang mengontrol kinerja Satker PJN Bina Marga Riau tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan di Kantor yang beralamat di pertigaan Simpang Jalan Arifin Achmad – Sukarno Hatta tersebut, ketiadaan bendera sudah sebulan terakhir. Ironisnya, rumah makan Ni Yet yang berada persis di samping Kantor APBN 2 tahun terakhir, punya papan nama.
Disisi lain, setelah 5 tahun menempati ruko berlantai tiga tersebut, pegawai di instansi itu tak pernah terlihat menggunakan pakaian seragam dinas PNS sebagaimana instasi pemerintahan lain yang ada di Riau.
Ketika hal ini dikonfirmasi, Kepala Satker PJN Wilayah II Bina Marga Riau, Dedi Mandrasyah MT via selulernya, enggan mengangkat. Pesan singkat (SMS) yang terkirim ke selularnya, hingga berita ini ditulis tak kunjung mendapat balasan.
Kurang Koordinasi:
Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga PU Riau Syafril Tamun MT menyesalkan sikap PJN Bina Marga APBN yang dinilai tertutup kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah berbicara kepada pimpinan Satker PJN agar membangun kantor sendiri dekat kantor Dinas PU Riau. Namun mereka sepertinya tak merespon.
"Sepertinya mereka lebih memilih menyewa ruko ketimbang membangun kantor sendiri. Saya pun tak bisa memaksa karena garis "komando" mereka berada di pusat," ujar Syafril Tamun.
Dia mengaku, pihaknya juga turut kecewa dengan penanganan jalan nasional di Riau yang disana sini masih saja banyak berlobang. Sementara kucuran dana APBN terus mengalir setiap tahun.
"Masyarakat terus komplain melalui pesan singkat ke HP saya atas kerusakan jalan nasional. Namun saya hanya bisa menjelaskan bahwa jalan nasional merupakan kewenangan PJN Bina Marga APBN Riau," ujarnya kecewa.
Dan yang paling mengecewakan, tambah Syafril Tamun, Satker PJN Bina Marga APBN Riau kurang koordinasi dalam menangani kegiatan penanganan jalan nasional, ucapnya. (fin)

Komentar Via Facebook :