Lagi, Disdik Pekanbaru Kembali Salurkan Zakat Profesi Guru
Wako didampingi Kadisidik Pekanbaru beserta Kabid foto bersama siswa penerima zakat.
Pekanbaru, Oketimes.com - Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru untuk ke 10 kalinya menyalurkan zakat profesi guru, pengawas dan pegawai dilingkungan Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru H Abdul Jamal MPd menyebutkan, jika kali ini zakat yang diberikan kepada 597 orang.
"Diantaranya, 294 siswa SD, 1 orang siswa SMK dan dari umum 2 orang. Kedepan akan dibagi secara bergilir per kecamatan," ujar Abdul Jamal dalam sambutannya pada penyerahan zakat di lapangan Disdik Pekanbaru, Kamis(11/2/16).
Menurut Jamal, sampai saat ini UPZ Disdik sudah mengumpulkan zakat guru sebesar Rp 9,8 Miliar. Namun masih ada 10 persen guru yang belum membayar zakat.
"Harapannya semoga zakat ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Kami tidak ingin mendengar ada siswa yang tidak bisa ikut ujian karena punya tunggakan disekolah, baik negeri maupun swasta. Kalau ada, sampaikan kepada kami, maka kami akan bantu dengan dana zakat," papar Jamal.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Pekanbaru DR Akbarizan MA menyebutkan, zakat ini perintah Allah sebagaimana ayat menyatakan khuz amwalikum, artinya ambil maka ambil zakat bagi orang yang sudah wajib berzakat.
Dikatakannya lagi, Disdik sudah menjalankannya melalui instruksi pak walikota. Menurutnya hak orang miskin itu harus diambilkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya. "Kalau tidak dibayarkan akan dosa," tegas Akbarizan.
Akbarizan juga menambahkan, sejak 2011 program zakat ini dilaksanakan, setiap tahunnya BAZNAS mampu mengumpulkan dana zakat mencapai Rp 6,3 miliar pertahunnya.
"Sebenarnya sudah ada instruksi presiden, dipotong gaji pokok PNS, TNI dan POLRI. Program pak wali ini luar biasa mendapat tantangan dari berbagai pihak, untuk itu perlu kita dukung bersama," tuturnya.
Sementara, Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST MT mengatakan, zakat ini sebagi kewajiban insan kepada Allah SWT. "Ini program Allah. Ini utang kita kepada Allah kalau tidak dibayarkan," ujar Wako.
Lebih jauh Wako menjelaskan, 2,5 persen itu hanya Rp100 ribu perbulan. "Ini kewajiban kita kepada Allah, apalagi guru yang menjadi contoh tauladan. Ini program Allah dan saya hanya amirnya (pemimpinnya, red). Maka perintah Allah ini kalau tidak saya laksanakan berarti saya ingkar kepada Allah," kata Wako.
Wako juga menyebutkan, membangun infrastruktur tidak terlalu sulit. Namun yang membangun masyarakat yang madani itu yang sulit. Yakni masyarakat berpradaban, sehat, jasmani dan rohaninya. inilah masyarakat berkualitas, berpendidikan, menguasai ketrampilan dan tekhnologi yang berpradaban, akhlak yang baik dan cinta kepada bangsanya lagi dengan disiplin. Seperti masyarakat Singapura, korea dan Jepang.
"Masyarakat berkualitas itu juga masyarakat yang taat aturan dan taat dengan pemimpin. Dengan disalurkan zakat ini dapat membersihkan harta dan jiwa mereka yang berzakat," pungkasnya. (ade)

Komentar Via Facebook :