FSPMI Sumut Tuntut Pemerintah Antisipasi PHK Massal

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) wilayah Sumatera Utara melakukan aksi demonstrasi menuntut pemerintah mengantisipasi PHK massal para pekerja akibat tutupnya perusahaan-perusahaan besar seperti Panasonic dan Toshiba, di Bundaran Majestik Medan, Sabtu (6/2/16).

Medan, Oketimes.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) wilayah Sumatera Utara melakukan aksi demonstrasi menuntut pemerintah mengantisipasi PHK massal para pekerja akibat tutupnya perusahaan-perusahaan besar seperti Panasonic dan Toshiba, di Bundaran Majestik Medan, Sabtu (6/2/16).

Afriansyah, koordinator aksi mengatakan, mereka juga meminta agar pemerintahan dalam hal ini Plt. Gubernur Provinsi Sumut, merevisi UMP Sumut dan UMK Kota Medan sebesar 25 persen. Agar dapat sedikit menyeimbangkan dengan kebutuhan pokok kaum buruh.

"Walaupun harga BBM diturunkan tidak berpengaruh terhadap harga kebutuhaan pokok yang semakin melambung tinggi dan tidak sebanding dengan upah yang diterima buruh," soraknya massa dalam orasi di Bundaran Majestik.

Aksi hari ini serentak dilakukan oleh FSPMI seluruh Indonesia, juga dalam rangka Kongres Nasional di Surabaya sekaligus memperingati ulang tahun FSPMI ke-17.

"Lebih dari 200 anggota ikut dalam aksi ini yang terdiri dari 3 kab/ kota, Medan, Delisedang dan Serdang Bedagai," ucapnya.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Sumut yang juga tergabung dalam konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015, menghentikan PHK massal dengan alasan perekonomian lemah, menaikkan UMP Sumut dan UMK Kota Medan dan Kab. Deliserdang sebesar 25% dan mensegerakan kasus-kasus perburuhan di Sumut.

"Perusahaan di Sumatera Utara sendiri sejak kurun waktu dari bulan Desember 2015 sampai Januari 2016 sudah mem-PHK sebanyak 600 pekerja," tambah Afiansyah. ***

Analisa


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait