Dinilai Belum Serius Tangan Kasus Korupsi, AMAK Bersatu Desak Kapolda Riau Copot Kapolres Kampar

Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Kampar (AMAK) Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Senin (01/2/2016) siang. Dalam aksinya, massa pendemo meminta Kapolda dan Bidang Propam Polda Riau, untuk memberikan sanksi tegas terhadap Kapolres Kampar AKBP Eri Apriono.

Pekanbaru, Oketimes.com - Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Kampar (AMAK) Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Senin (01/2/2016) siang.

Dalam aksinya, massa pendemo meminta Kapolda dan Bidang Propam Polda Riau, untuk memberikan sanksi tegas terhadap Kapolres Kampar AKBP Eri Apriono.

Mereka menilai, Kapolres Kampar tersebut tidak serius dalam menangani sejumlah kasus dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Kampar. "Penanganan kasus dugaan korupsi seragam sekolah senilai Rp 6 miliar ini sudah satu tahun lebih mengendap di Polres Kampar. Tapi hingga kini belum ada progress nya," sebut Rizky dalam orasinya.

Menurutnya, jika memang Polres Kampar sulit mendapatkan dua alat bukti , sebaiknya penyelidikan kasus tersebut dihentikan atau dilimpahkan kepada pihak Polda Riau. "Kasus dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah senilai Rp 6 miliar di Dinas Pendidikan Kampar itu hingga kini belum ada tersangka dan terkesan diendapkan," katanya.

Padahal, sambung Rizky, Kepala Disdik Kampar diduga telah melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 dan jo Pasal 55 tentang Tindak Pidana Korupsi dan bersama sama melakukan kejahatan yang merugikan negara.

Puas berorasi, massa AMAK Bersatu ini pun membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksi serupa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Sebelum berdemo di dua lembaga penegak hukum itu, massa AMAK Bersatu juga melakukan aksi serupa di kantor Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau. (dabot)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait