Penerapan Sekolah Lima Hari Perlu Kajian

Kepala Sekolah SMAN 14 Pekanbaru, Selamet SPd.

Pekanbaru, Oketimes.com - Wacana pemerintah untuk menerapkan sekolah lima hari seperti di luar negeri menuai berbagai tanggapan. Kepala SMAN 14 Pekanbaru, Selamet SPd ketika diminta tanggapannya, Kamis (28/1/16) mengatakan, penerapan sekolah lima hari bisa saja dilakukan, namun perlu kajian akademik terlebih dahulu.

Menurut Selamet, kajian akademis ini perlu dilakukan terkait kesiapkan sekolah dan fasilitas pendukung. Karena tidak semua sekolah mempunyai sarana prasarana yang memadai.

"Belajar lima hari sejak pagi hingga sore hari ini harus di dukung oleh berbagai fasilitas pendukung. Seperti ruang belajar yang repersentatif, ada ruang istirahat, biaya makan dan fasilitas lainnya. Pokoknya banyak yang harus disediakan," jelas Selamet.

Sebenarnya, kata Selamet, banyak pertimbangan, seperti psikologi siswa, biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua. "Biasanya siswa makan siang pulang kerumah. Kalau sekolah lima hari sampai sore, siswa harus makan di sekolah. Artinya orang tua siswa menambah biaya makan. Belum lagi tenaga pendidik. Tidak semua sekolah mempunyai tenaga pendidik yang cukup," jelasnya.

Selamet menyebutkan, untuk saat ini di kota bertuah bisa diterapkan. Hanya untuk  beberapa sekolah saja yang memang sudah siap dengan segala fasilitas yang dimilikinya sebagai sekolah percontohan dan uji coba penerapan sekolah lima hari. Kalau dipaksakan secara keseluruhan bisa saja. Namun hasilnya nanti tidak akan sesuai dengan harapan. "Untuk itu, perlu kajian terlebih dahulu," pungkasnya. (ade).


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait