Didampingi Empat Mentri, Wapres Resmi Buka Kongres HMI XXIX di Riau
Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka secara resmi Kongres HMI ke-XXIX di Hotel Labersa, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau, Minggu (22/11/15).
Pekanbaru, Oketiemes.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka secara resmi Kongres HMI ke-XXIX di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar Riau, Minggu (22/11/15). Wapres berpesan kepada seluruh anggota HMI untuk menggunakan logika, akal dan fikiran sebelum bertindak serta harus mandiri dan berkarya tanpa mengandalkan proposal.
Pembukaan konres ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres disaksikan oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK yang pernah menjadi kader HMI.
Hadir juga Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, pejabat eselon II Setdaprov Riau, dewan penasehat Partai Golkar, Akbar Tanjung dan empat mentri tersebut yaitu Feri Mursyidan Baldan (Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN) Amran Sulaiman (Menteri Pertanian RI), Yudi Chrisnandi (Menpan-RB) dan Anis Baswedan (Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan kebudayaan) serta kalangan swasta.
Dalam sambutannya, Wapres memberikan dorongan dan motivasi pada peserta kongres untuk mandiri dan berkarya. Kemandirian menurut JK, bagian dari bentuk usaha agar tidak selalu bergantung dengan orang lain.
Wapres berbagi pengalaman dimana ketika dirinya masih muda, ketika kongres HMI digelar, banyak kader menjual kue. Membuat kerajinan untuk dijual yang uangnya digunakan untuk modal keberangkatan, bukan proposal.
Selain itu, Wapres yang juga kader HMI pada 1960 tersebut meminta kader HMI lebih mengedepankan logika, akal dan pikiran dalam bertindak. Kemarahan yang acap ditonjolkan bukanlah bentuk penyelesaian.
"HMI bagian dari insan akademis, maka perlu mendahului logika, akal dan pikiran. Bukan mendahulukan kemarahan. Tanpa akal sehat, kita tak mungkin bisa sampai ke Riau ini," tambahnya.
Ia juga menyingung fenomena umat Islam di belahan dunia. Seperti katanya saat memperingati tahun Hijriah, jutaan umat Islam dari berbagai negara terpaksa meninggalkan negaranya, mengungsi ke negara lain. "Saya sedih melihat hal ini. Dimana jutaan rakyat berhijrah dari negaranya ke nagara yang bukan non Islam," ujarnya.
Ia mengatakan, persoalan ini harus diambil hikmahnya, dengan menguatkan masyarakatnya, menguatkan kebudayaannya, menguatkan negara agar jangan mau dikuasi negara luar yang memiliki tujuan tertentu.
Ia mencontohkan Iraq, Afgaistan, Syria, diobrak abrik negara luar karena lemahnya negara tersebut. "Maka kata bersatu tidak boleh diabaikan. Pemuda sebagai generasi saat ini harus dapat melihatnya agar dapat intropeksi diri. Sebagai umat Islam, pemuda Islam jangan terpecah belah," ajaknya.
Sementar itu, momen pembukaan konres ini juga dimanfaatkan oleh panitia loka konres HMI di Riau ini menyuarakan persoalan Riau di hadapan Wapres dan tokoh nasional.
Seperti masalah asap, konflik lahan dan soal izin perusahaan yang diduga terlibat membakar lahan.
Ini langsung disampaikan juga pada Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursidan Baldan.
"Bang Ferry (Menteri) kita ingat komitmen abang akan bersikap tegas terhadap dalam persoalan lahan di Riau, kemudian berjanji akan mencabut izin perusahaan perkebunan yang tak bertanggungjawab," kata salah seorang panitia.
Acara pembukaan kongres ini dihadiri sekitar yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Pengamanan juga diperketat oleh pihak kepolisian, TNI hingga Satpol PP. (dea)

Komentar Via Facebook :