Kerugian Capai Rp15 juta
Ditodong Pistol, IRT di Pekanbaru Relakan Tasnya Dibawa Kabur Rampok
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban perampokan bersenjata api saat baru pulang tiba di teras halaman rumahnya dengan mengendarai mobil, Jumat (20/11/15) siang kemarin, sekitar pukul 12.20 WIB.
Korban langsung ketakutan ditodong menggunakan yang diduga senjata api saat baru tiba diteras rumahnya dengan mengendarai mobil di Jalan Padat Karya No 03, Keluraha Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.
Nyali Widya Sari (37) IRT ini pun langsung ciut dan tak bisa berbuat banyak saat satu dari pelaku kawanan rampok mengancam dirinya akan ditembak seraya merampas tas sandangnya yang berisikan uang Rp 5,4 juta yang diletakkan dijok depan sebelah kiri mobil yang dikendarainya.
Selain uang tunai, ditas merk Ellie warna coklat milik korban ternyata didalam tas juga berisikan handphone Samsung Note 4, dompet coklat, emas sebarat 1 gram dan surat-surat penting lainnya ikut disikat kawanan rampok dan langsung kabur meninggalkan korban.
Kejadian itu lalu dilaporkan korban ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru. Kepada petugas, Widya mengaku saat kejadian, dia dengan mengendarai mobil baru saja tiba diteras rumahnya. Tiba-tiba, seorang pelaku datang sambil langsung membuka pintu mobil korban dan menodongkan diduga senjata api ke kepala korban sambil mengancam akan menembak jika berteriak.
Berhasil mengambil tas korban, pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi BM 1309 N. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.
"Saat korban dengan mengendarai mobil tiba diteras rumahnya, seorang pelaku langsung membuka pintu mobil dan menodongkan diduga senjata api ke kepala korban. Karena takut akan ditembak, korban membiarkan pelaku mengambil tasnya," ujar Kapolsek Bukit Raya AKP Ricky Ricardo SIK melalui Kanit Reskrim Ipda M Bahari Abdi membenarkan peristiwa perampokan tersebut kepada awak media ini saat dikonfirmasikan, Sabtu (21/11) siang.
Dikatakannya, kasusnya masih dalam penyelidikan, korban dan sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangannya. "Untuk senjata api, kita masih melakukan penyelidikan, karena bisa saja pelaku rampok meggunakan air softgun atau sejenisnya," terang Abdi. (XXX)
Komentar Via Facebook :