Posko Evakuasi Dampak Kabut Asap Pemprov Riau Mulai Didatangi Pengungsi

Selain Ahmad dan keluarganya, posko evakuasi Balai Serindit juga didatangi Ny Donia Tanti (34) warga Tangkerang Tengah Pekanbaru, yang kondisinya kekurangan oksigen, batuk pusing disertai demam.

Pekanbaru, Oketimes.com - Ahmad (39) warga jalan Nelayan Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru membawa buah hatinya Al Asra yang masih berumur 6 bulan ke posko evakuasi dampak pencemaran udara di Balai Serindit Komplek Gubernuran Jalan Diponegoro Pekanbaru, Senin (26/10/2015) sore.

Ahmad didampingi istrinya membawa anaknya, dikarenakan kabut asap sampai saat ini masih masuk kedalam rumahnya. " Rumah asap masuk kedalam. Kalau kami lawan dengan kipas angin mana sanggup kipas angin hidup terus 24 jam," ujar Ahmad.

Kondisi Kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru juga disertai pemadaman listrik bergilir. Pemadaman yang dilakukan oleh PLN 1 hari 3 kali, dengan durasi pemadaman 2 jam, total pemadaman 6 jam.

" Listrik dirumah kami mati sehari 3 kali. Untuk mandi susah karena pompa air kami sering mati. Kami dapat berita ada posko evakuasi ini, Saya bawa anak istri saya ke posko ini" ujar Ahmad.

Selain Ahmad dan keluarganya, posko evakuasi Balai Serindit juga didatangi Ny Donia Tanti (34) warga Tangkerang Tengah Pekanbaru, yang kondisinya kekurangan oksigen, batuk pusing disertai demam.

Donia Tanti datang membawa anaknya Andina yang masih berumur 2 tahun, beserta tetangganya yang memiliki anak bernama Galvanis berumur 1,6 tahun.

Sampai berita ini diturunkan jumlah pengungsi di Balai Serindit 11 Orang terdiri dari 4 orang anak anak balita dan 7 orang dewasa. (xxx)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait