Dampak Kabut Asap, Suku Pedalaman Inipun Ikut Mengungsi Dari Hutan

Petugas Satlantas Pekanbaru menghentikan beberapa kendaraan suku pedalaman yang mengunsi akibat dampak kabut asap emlandar di provinsi Jambi melintas di Jalan Sudirman Pekanbaru, Minggu (18/10/2015)

Pekanbaru, Oketimes.com - Pekatnya kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan (Karlahut) tak hanya dirasakan warga yang tinggal diperkotaan wilayah Kabupaten/Kota saja. Sejumlah suku pedalaman yang ada di provinsi tetangga juga memilih mengungsi ke Pekanbaru, Riau.

Mungkin saja, akibat dampak asap yang terjadi terus menerus di sebagian wilayah di Sumatera, memaksa suku pedalaman yang hidupnya hanya dengan berburu babi lebih memilih meninggalkan hutan. Atau bisa saja hutan mereka sudah gosong oleh api, sehingga daerah pemukiman suku pedalaman ini ikut hilang.

Hal ini diketahui setelah pengguna jalan yang melintas di persimpangan Arengka dan Jenderal Sudirman, tepatnya di bawah fly over dibuat heboh dengan adanya beberapa pengendara sepeda motor yang terlihat ganjil, Minggu (18/10) sore .

Jika sebagian pengguna jalan tertib dan menggunakan helm serta melengkapi syarat-syarat kendaraan lainnya, ini justru sebaliknya. Pengendara motor kali ini tampil beda, tanpa ada rasa takut dengan Pak Polisi, belasan orang terlihat berboncengan dengan hanya menggunakan tiga sepeda motor tersebut dengan santainya melintas di jalan raya.

Benar saja, persis saat melewati pos yang ada di bawah fly over, belasan penumpang sepeda motor itu akhirnya dihentikan polisi lalu lintas. " Saat itu, mereka sedang berhenti di lampu merah. Kalau dilihat awalnya dari arah utara menuju selatan. Jadi anggota kita bernama Brigadir Abus memanggil mereka," sebut Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Zulanda SIK.

Menurutnya, satu sepeda motor diboncengi empat hingga lima orang, dan tidak menggunakan helm serta plat nomor kendaraannya. Beruntung mereka fasih menggunakan bahasa Indonesia. Kepada petugas, mereka mengaku berasal dari suku Kubu yang berada pedalaman Muara Jambi, Provinsi Jambi.

" Petugas Lantas megetahui dari ciri-cirinya, mereka itu bukan warga Pekanbaru, dan saat itu mereka juga terlihat seperti kebingungan," kata Zulanda.

Kemudian, petugas pun kemudian berinisiatif mengarahkan mereka sesuai tujuannya, yakni ke Provinsi Jambi. " Mereka ingin balik arah ke Jambi, sepertinya mereka kebingungan, lalu mengarah ke Jambi via jalan lintas timur (Jalantim). Semula mereka menanyakan arah menuju ke Sumbar lewat mana, namun karena bingung mereka memilih kembali pulang," ungkap Zulanda.

Tak ingin terjadi apa-apa kepada mereka, petugas Lalu Lintas dari Satlantas Polresta Pekanbaru lalu mengarahkan mereka sesuai dengan tujuannya. Lucunya lagi, polisi tidak ada menilang mereka seperti pengendara lainnya yang berbuat kesalahan, polisi berbaik hati dengan menuntun mereka.

" Bagaimana mau ditilang, mereka sendiri tidak tahu apa-apa. Malahan mereka kehabisan stok logistik. Justru hal seperti inilah yang wajib kita bantu, apalagi mereka orang pedalaman. Petugas berpesan agar mereka untuk berhati-hati di jalan dan waspada. Kita arahkan sesuai jalur yang tepat menuju Jambi," imbuh Kompol Zulanda. (XXX)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait