Arifa Rahma Maulydha, Putri Petani Inhil yang Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Merdeka

PEKANBARU - Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai anggota Paskibraka Nasional. Arifa akan mengibarkan bendera pusaka bersama 76 anggota Paskibraka lainnya dari seluruh Indonesia.

Dengan ketekunan dan latihan panjang, Arifa, sosok sederhana yang tumbuh di tengah keluarga petani itu kini membawa nama Riau di lancah Nasional.

Keberhasilan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Sang ayah, Sulaiman, mengaku sempat tidak mengetahui ketika putri bungsunya tersebut mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka. Ia baru mengetahui langkah Arifa setelah berhasil melewati tahapan seleksi di tingkat kabupaten.

Kini rasa haru bercampur bangga dirasakan Sulaiman yang selama berbulan-bulan hanya memantau perkembangan putrinya dari kejauhan, kini akhirnya berada di Jakarta untuk menyaksikan anak bungsunya menjalankan tugas di Istana Merdeka pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sulaiman mengatakan sejak mengikuti pemusatan latihan nasional, komunikasi Arifa dengan keluarga sangat terbatas. Sehingga, ia hanya dapat mengikuti perkembangan putrinya melalui kabar dari media sosial.

"Banyak perkembangan yang saya lihat. Seperti badannya itu sudah semakin berisi semenjak pemusatan latihan," kata Sulaiman, Sabtu (15/08/2026).

Arifa dikenal sebagai anak pendiam, Setelah lolos tes tahap kabupaten, barulah Arifa memberi tahu orang tuanya.

"Dia itu anaknya manut-manut saja. Jadi apapun itu bentuk latihannya, kami dari sini sudah serahkan ke Allah," ungkapnya.

Sulaiman bersama keluarga kini berada di Jakarta untuk menghadiri momentum bersejarah yang selama ini tidak pernah terbayangkan dalam kehidupannya.

Harapan terbesar keluarga saat ini bukanlah pencapaian tambahan, melainkan kesehatan dan kelancaran Arifa hingga seluruh rangkaian tugasnya selesai. Sulaiman menyadari bahwa menjadi bagian dari Paskibraka Nasional merupakan amanah yang harus dijalani dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

"Kami diundang ke Istana Merdeka untuk menyaksikan Arifa pada 17 Agustus nanti. Momen seperti ini tak pernah ada di pikiran saya, senang dan terharu pastinya," jelasnya.

Ada kebanggaan melihat putri mereka mampu melangkah jauh. Tetapi ada pula tangisan haru karena untuk pertama kalinya mereka akan menyaksikan langsung Arifa menjalankan tugas dalam momentum kenegaraan yang sakral.

Kesempatan tersebut menjadi bagian dari cerita yang akan selalu dikenang. Seorang anak petani kini mendapat kepercayaan untuk berdiri bersama putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menjadi anggota Paskibraka Nasional juga kerap dianggap sebagai salah satu pintu menuju masa depan, termasuk peluang melanjutkan pendidikan melalui sekolah kedinasan. Namun, keluarga Sulaiman tidak ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai alasan untuk menentukan masa depan Arifa secara sepihak.

Keluarga memberikan ruang bagi Arifa untuk menentukan sendiri jalan yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Bagi orang tua, pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan minat dan cita-cita putrinya.

Arifa ternyata memiliki impian yang cukup jauh dari bayangan sebagian orang kepada anggota Paskibraka Nasional. Ia tidak secara khusus menargetkan sekolah kedinasan, melainkan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Arifa sendiri cita-citanya kalau bisa mau kuliah di Singapura. Ya semoga mana yang terbaik saja untuk masa depannya," urai Sulaiman.


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait