Tidak Jadi Lokus Program PGDS Kemenkes, RSUD Tengku Sulung Kolaborasi dengan Dua Universitas
RSUD Tengku Sulung melakukan kerja sama dengan FK UNRI dan FK USU.(Foto: Ist)
INHIL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Sulung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam menghadapi keterbatasan tenaga dokter spesialis akibat perubahan kebijakan program Kementerian Kesehatan, pihak rumah sakit mengambil langkah strategis melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU).
Direktur RSUD Tengku Sulung, dr. Rahmat, menjelaskan bahwa selama ini rumah sakit terbantu dengan adanya Program Kementerian Kesehatan PGDS (Pendayagunaan Dokter Spesialis) untuk melengkapi layanan spesialis. Namun, mulai pertengahan tahun 2025 RSUD Tengku Sulung tidak lagi mendapatkan lokus program tersebut karena tidak memenuhi tiga kriteria utama.
“RSUD Tengku Sulung tidak masuk dalam kategori daerah DTPK, Quick Win, maupun program prioritas KJSU-KIA, sehingga program PGDS tidak lagi dialokasikan untuk rumah sakit ini,” ujar dr. Rahmat.
Akibatnya, rumah sakit mengalami kekurangan dua dokter spesialis penting, yakni spesialis bedah dan spesialis penyakit dalam. Selain itu, dalam waktu dekat kontrak dokter spesialis anak dari program PGDS juga akan berakhir.
Untuk menjamin kesinambungan pelayanan kepada masyarakat, RSUD Tengku Sulung menempuh langkah kolaboratif dengan institusi pendidikan kedokteran.
“Untuk menjaga kontinuitas pelayanan spesialistik, kami bekerja sama dengan FK UNRI dan FK USU. Alhamdulillah, spesialis bedah dari FK UNRI sudah mulai memberikan pelayanan bedah di RSUD Tengku Sulung,” jelasnya.
Sementara itu, kerja sama dengan FK USU masih dalam tahap audiensi dan pembahasan lanjutan. dr. Rahmat optimistis dalam waktu dekat kebutuhan dokter spesialis anak dan penyakit dalam dapat segera terpenuhi.
“Kami baru tahap audiensi dengan FK USU, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat pelayanan spesialis anak serta penyakit dalam segera terwujud,” tambahnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri langsung oleh Dekan FK USU beserta jajaran wakil dekan serta bagian dari program studi penyakit dalam dan anak. Pada kesempatan itu, dr. Rahmat memaparkan kondisi terkini RSUD Tengku Sulung, mulai dari aspek geografis hingga sarana prasarana pendukung.
“Pihak FK USU merespons dengan baik audiensi ini dan akan menjadikannya bahan pertimbangan untuk mewujudkan kerja sama,” katanya.
dr. Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir yang telah mendukung penuh langkah rumah sakit dalam membangun kemitraan strategis tersebut.
“Apresiasi untuk Pemda Inhil yang mendukung penuh audiensi ini. Jika kerja sama ini terbangun, keberlangsungan pelayanan di RSUD Tengku Sulung yang berada di wilayah utara akan semakin terjamin,” ungkapnya.
Ke depan, RSUD Tengku Sulung juga merencanakan penambahan dokter spesialis penunjang seperti radiologi, guna mewujudkan pelayanan paripurna yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan dan pengurangan angka rujukan ke rumah sakit luar daerah.
“Kami berharap rumah sakit ini terus berkembang dengan kelengkapan sarana prasarana, sehingga mampu berkompetisi dan menjawab tantangan perkembangan pelayanan rumah sakit ke depan,” tutup dr. Rahmat.

Komentar Via Facebook :