Belanja Makan Minum Pemprov Riau Rp 8 Miliar, PETIR Siapkan Laporan

PJ Gubernur Riau, SF Haryanto

Pekanbaru, Oketimes.com - Belum tuntas persoalan pembelian lima unit mobil mewah Fortuner GR Sport, tiga mobil golf, satu truk panggung, truk toilet, kasur mewah, pembelian kursi sofa seat elegan dan pembelian bola lampu sebanyak 2730 buah, kali ini eksisten Biro Umum Setdaprov Riau, kembali disorot soal pengadaan makan dan minum pemrov Riau senilai Rp 8 miliar lebih tahun 2024 ini.

"Anggaran makan minum Setdaprov Riau tahun 2024 ini, sangat fantastis, yakni mencapai Rp8 Miliar lebih. Besarnya anggaran disatuan kerja itu, terjadi saat SF Harianto menjabat Sekdaprov Riau yang kini naik menjadi PJ Gubri yang dinilai tidak realistis dan terkesan hedonis disaat masyarakat riau terimbas krisis ekonomi global dan inflasi yang tinggi," kata Ketua Umum Ormas Pemuda Tri Karya (PETIR) Jackson Sihombing kepada oketimes.com pada Senin, 1 April 2024 di Pekanbaru.

Baca Jugu : Inflasi Tinggi, Ekonomi Masyarakat Sulit, PETIR Sebut Pemprov Riau Rajin Beli Mobil Mewah

Jackson meyebutkan berdasarkan dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2024 ini, terdapat 27 mata anggaran untuk kegiatan makan-minum di APBD Riau. Dimana sebagian besar, kegiatan tersebut diadakan dengan metode E Katalog.

"Namun hingga memasuki bulan April ini, Setdaprov Riau melalui Biro Bagian Umum, belum satupun melakukan pemilihan paket makan minum. Padahal anggaran pengadaan melalui e-katalog, mencapai Rp 6 miliar lebih. Ini menimbulkan pertanyaan bagi beberapa kalangan, termasuk kami dari Organisasi Masyarakat Pemuda Tri Karya (PETIR)," ungkap Jackson.

Lantaran itu lanjut Jackson, PETIR menduga dalam pelaksanaan pengadaan makan minun itu, berpotensi menjadi pengadaan fiktif, mengingat sebagian besar pengadaan ini dilaksanakan dengan Metode E katalog.

Baca Jugu : Usai Beli 5 Unit Mobil Fortuner GR Sport, Pemprov Riau Kembali Beli Truk Panggung dan Toilet Rp4,37 Miliar

"Hal ini sama seperti yang terjadi dibeberapa daerah lain, contohnya saja, dalam perkara Diskoperindag Gresik, ada kongkalikong antara penyedia dan PPK, sehingga pengadaan e-katalog tersebut, dinilai hanya akal-akalan saja untuk menarik uang negara sebanyak-banyaknya dan digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok," ulas Jackson.

Menurutnya, melihat dibeberapa tempat didaerah lain. Anggaran makan minum ini, sering dijadikan cela untuk melakukan dugaan tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana yang terjadi di Lampung, Papua dan beberapa tempat lainnya.

"Modus dari tindakan ini, adalah dengan mengadakan surat pertanggungjawaban (SPJ) yamg melampirkan kwitansi fiktif. Ini tentu sangat mudah dilakukan, karena makan minum tersebut, adalah barang pakai habis dan tidak memerlukan bukti barang, hanya bukti administrasi saja," beber Jackson.

Baca Juga : Baru Menjabat, PJ Gubernur Riau Dibelikan Kasur dan Sofa Seat Elegan Senilai Ratusan Juta

Siapkan Laporan ke APH

Disamping itu, Jackson Sihombing juga mempertanyakan adanya dugaan korupsi pada pengadaan makan minum Maqari (Majelis Alquran Riau) pada tahun 2023 lalu sebesar Rp.1.575.600.000 yang dilakukan Biro Umum Setdaprov Riau.

Kala itu sebut Jackson, Biro Umum Setdaprov Riau melakukan kegiatan belanja Makanan dan Minuman Rapat Maqari pada tanggal 27 April 2023 berupa Makanan Prasmanan Paket C yang dikerjakan PT Duta Universal Sejahtera sebanyak 15,600 paket sebesar Rp.622,440,000.

"Pada hari yang sama juga dilakukan belanja makanan dan minuman rapat Maqari pada tanggal 27 April 2023, berupa Snack prasmanan A, yang juga dilaksanakan PT Duta Universal Sejahtera sebagai rekanan sebanyak 10,400 paket sejumlah Rp.165,360,000," beber Jackson.'

Kemudian keesokan harinya, yakni tanggal 28 April 2023, juga dilakukan pengadaan Belanja Makanan dan Minuman Rapat - Maqari berupa Makan Prasmanan Paket C, dengan yang juga dilaksanakan PT Duta Universal Sejahtera sebagai rekanan sebanyak 15,600 Paket dengan nilai kegiatan Rp. 622,440,000.

"Terkahir dihari yang sama yakni tanggal 28 April 2023, juga Setdaprov Riau mengadakan belanja Makanan dan Minuman Rapat Maqari, berupa Snack Prasmanan A yang juga dilakukan PT Duta Universal Sejahtera kotraktor pelaksana sebanyak 10,400 sejumlah 165,360,000," ungkap Jackson.

Jackson menilai pengadaan makan minum tahun anggaran 2023 Maqari (Majelis Alquran Riau) sebesar Rp.1.575.600.000, diduga fiktif, yang berbotensi merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

"Terkait itu, dalam waktu dekat ini, kami akan melaporkan dugaan korupsi pengadaan makan minum Maqari (Majelis Alquran Riau) ini ke aparat penegak hukum (APH)," pungkas Jackson Sihombing meyakinkan.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait