Data Penerima Lebih Sedikit Diakomodir Dari Pengajuan, Forum RT-RW Simpang Baru Tolak Bantuan Covid-19 Pemko

Ricuh : Forum RT RW Kelurahan Simpangbaru Kecamatan Tampan Pekanbaru, menolak bantuan sembako Covid-19 dari Pemko Pekanbaru, karena jumlah dan data yang diajukan RT RW sedikit dan menyimpang Minggu 26 April 2020.

Pekanbaru, Oketimes.com - Dinilai diskrinatif dan tidak sesuai dengan harapan permintaan warga, sebanyak 45 orang Ketua RT dan RW yang tergabung dalam Forum Komunikasi (FK) RT/RW se-Kelurahan Simpang Baru, menolak keras pendistribusian bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua FK RT/RW Simpang Baru, Sutomo Marsudi didampingi Ketua LPM Abdurahman Pohan, Ketua FKPM Arman, Babinkamtibmas Bripka Febri Rosalin, Babinsa AM Tambunan, Lurah dan seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru dalam keterangan tertulisnya kepada media Minggu 26 April 2020.

Sutomo menegaskan aksi penolakan keras bantuan sembako tersebut, dilakukan atas dasar tiga poin tuntutan para RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru yang tidak sinkron dengan data warga miskin yang sudah disampaikan pihaknya ke Pemko.

Adapun tiga poin yang tidak sesuai tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jumlah penerima bantuan yang diusulkan Ketua RT dan RW di Kelurahan Simpang Baru berjumlah 2.500-an KK. Namun data penerima yang keluar dan mendapatkan bantuan dari pemko hanya sebanyak 261 KK saja.

2. Data jumlah KK yang keluar sebanyak 261 KK se-Kelurahan Simpang Baru tersebut tidak sesuai dengan warga yang diusulkan oleh perangkat. Artinya, data yang keluar tidak tau atas dasar apa jumlah 261 KK yang diberikan pemko.

3. Jika jumlah 261 KK itu, dipaksakan untuk dibagikan, maka dipastikan akan terjadi gejolak hebat di tengah masyarakat. Karena sedikit sekali yang mendapatkannya. Yang lebih parah lagi, tentu Ketua RT dan RW yang akan menjadi sasaran amuk warga.

"Atas dasar itulah, kami seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru, sejak Sabtu 25 April 2020 malam, melakukan rapat hingga tadi pagi bersama tim Distribusi dari Pemko Pekanbaru, yakni tim Tagana dari PT Sarana Pangan Madani (SPM) merupakan salah satu BUMD Pangan di Pekanbaru, menyatakan penolakan keras jumlah bantuan yang sangat tidak sebanding dengan jumlah KK yang kami ajukan," tegas Sutomo.

"Lebih baik warga kami tidak dapat sama sekali, daripada akan menimbulkan gejolak hebat di tengah masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan dari tim Tagana saat melakukan audiensi dengan Ketua RT/RW se-Kalurahan SImang Baru, menyatakan bahwa pihaknya tidak punya kewenangan atau kapasitas untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan perangkat RT dan RW terkait jumlah penerima yang sangat sedikit tersebut.

"Kami di sini hanya bertugas untuk mendistribusikan bantuan saja. Terkait data penerima, itu kewenangan dinas sosial sesuai data yang telah diajukan perangkat RT dan RW," ujarnya menjawab pertanyaan Ketua RT/RW tersebut.

Informasi yang dihimpun, audiensi yang dilakukan dalam aula Kantor Lurah Simpang Baru, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, sempat ricuh. Karena perangkat RT dan RW, kesal sejak mendapatkan infomasi jumlah penerima bantuan yang sangat tidak masuk akal alias sangat sedikit.

Usai audiensi, seluruh perangkat RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru langsung meninggalkan lokasi Kantor Lurah dan tetap komit tidak akan rela menerima bantuan untuk warga mereka yang jumlahnya lebih sedikit ketimbang yang sudah diajukan ke Pemko.

Sementara itu, Jaspi Yubion, Lurah Simpang Baru, Tampan saat dihubungi Minggu (26/4/2020), membenarkan adanya penolakan bantuan sembako Pemko Pekanbaru yang dilakukan Ketua RT/RW se Simpangbaru Tampan.

"Ya pak, mereka menolak bantuan sembako pemko tersebut, karena data penerima lebih sedikit diakomodir pemko ketimbang data warga miskin pasca Covid-19 di Pekanbaru," singkatnya.     

 

Reporter   : Richarde  Editor  : Cardova


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait