Home / Hukrim / Curi Minyak PT Chevron 2195 Barel, Polda Riau Gulung Sindikat Ilegal Tapping

Dua DPO, Tiga Ditangkap

Curi Minyak PT Chevron 2195 Barel, Polda Riau Gulung Sindikat Ilegal Tapping

Dua Unit Truk Tangki Bermuatan 12000 Liter Diamankan

Curi Minyak PT Chevron 2195 Barel, Polda Riau Gulung Sindikat Ilegal Tapping
Disediakan oketimes.com
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi Dirreskrimum Kombes Hadi Poerwanto, Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, Genaral Manager PT CPI Sukamto, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut Hariyanto, Penyidik JPU dari Kejati Riau dan awak media lokal dan Nasional dalam Konferensi Persnya Minggu 17 November 2019 sore di Mapolda Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim Satgas Zapin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, berhasil menggulung sindikat pencurian minyak mentah di jalur pendistribusian pipa (Ilegal Tapping) di beberapa titik produksi minyak milik PT Chevron Pacific Indonesia yang berada di wilayah produksi PT CPI di wilayah Riau.

Selain mengamankan tiga pelaku, dua pelaku lainnya masih dalam pencaharian alias DPO dan juga mengamankan dua unit mobil truk tangki berisi minyak curian masing masing berukuran 12000 liter serta peralatan seperti pipa-pipa dan mesin pendistribusian minyak curian ke mobil tangki.

"Ketiga pelaku yang berhasil diamankan berinisial DP, JH dan AM. Peran ketiga pelaku berbeda beda, ada selaku pencari tempat dan kordinator lapangan. Ada penyuruh melakukan pencurian dan pemberi dana serta alat-alat untuk melakukan pengeboran dan pembeli minyak," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi Dirreskrimum Kombes Hadi Poerwanto, Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, Genaral Manager PT CPI Sukamto, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut Hariyanto, Penyidik JPU dari Kejati Riau dan awak media lokal dan Nasional dalam Konferensi Persnya Minggu 17 November 2019 sore di Mapolda Riau.

Pada kesempatan itu, Kapolda Riau memaparkan bahwa penangakapan para tersangka dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. Antara lain tim terlebih dahulu menangkap tersangka DP pada 27 Oktober 2019. Kemudian disusul penangkapan tersangka JH pada tanggal 31 Oktober 2019 dan tersangka AM ditangkap pada tanggal 12 November 2019. "Sedangkan untuk tersangka BS dan HU ditangkap di Balam Kabupaten Rokan Hilir dalam perkara lain," ujar Kapolda Riau.

Jenderal bintang dua ini juga menyebutkan, bahwa pengungkapan perkara tindak pidana pencurian minyak mentah milik PT. Chevron Pasific Indonesia dilakukan oleh Tim Satgas Zapin Ditreskrimum Polda Riau pertama kali di Jalan Lintas Kota Garo-Gelombang PKM 21300 Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Riau, dengan melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka.

Dari pengakuan tersangka JH, lanjut Kapolda Riau, pelaku JH telah melakukan dan turut serta melakukan pencurian minyak mentah di 5 tempat atau lokasi dalam wilayah hukum Polda Riau, yakni di Balam KM 0 Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir yang berperan sebagai penyedia mobil tangki untuk mengangkut minyak mentah.

Kemudian di lokasi SOE Jambon 02 Areal bekasap PT. CPI Kecamayan Mandau Kabupaten Bengkalis, tersangka JH juga berperan sebagai penjual minyak mentah.

Selanjutnya, di KM 43 Kelurhan Minas Barat Kecamatan Minas Kabapaten Siak, tersangka JH berperan sebagai penjual minyak mentah, serta di Jalan Raya Minas-Perawang KM.18 PKM 15.800 Desa Lukut Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, tersangka (JH) berperan sebagai penjual minyak mentah.

Kemudian di Jalan lintas Kota Garo-Gelombang PKM 21300 Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, tersangka JH juga berperan sebagai penyuruh melakukan pencurian minyak dan memberikan dana membeli alat-alat untuk melakukan pengeboran serta menjual minyak mentah.

Lebih jauh Kapolda Riau juga mengatakan atas perbuatan ketiga tersangka yang sudah melakukan tindak pidana pencurian minyak mentah di Jalan Lintas Kota Garo-Gelombang PKM 21300 Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, para tersangka berhasil mengambil minyak mentah milik PT. CPI sebanyak 349.000 liter atau setara dengan 2195 Barel.

Akibatnya PT. Chvevron Pasific Indonesia mengalami kerugian sejumlah 2195 Barel x $60 per barel (Rp.870.000,-) = Rp.1.909.650.000,-.

Sedangkan untuk kerugian yang dialami pihak PT. Chvevron Pasific Indonesia, akibat terjadinya tindak pidana pencurian minyak mentah di wilayah hukum Polda Riau selama 1 (satu) tahun ini, sebanyak 12.700 barel yang mencapai US$762.000 dan untuk biaya perbaikan terhadap selang atau pipa yang telah dijebol dan di rusak oleh pelaku kejahatan senilai US$1.000.000.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka, untuk tersangka DP lanjut Kapolda Riau, disangkakan melanggar pasal 363 jo 55.56 K.U.H Pidana dengan ancaman pidana penjara selama 7 tahun.

Selanjutnya, untuk tersangka JH disangkakan melanggar pasal 363 jo 55.56 K.U.H. Pidana diancam pidana penjara selama 7 tahun dan tersangka AM disangkakan melanggar pasal 363 jo 55.56 jo pasal 480 K.U.H. Pidana dengan ancaman pidana penjara selama 4 sampai 7 tahun.

"Kemudian untuk tersangka MM yang berperan sebagai pembeli minyak mentah dan AL yang berperan sebagai pekerja yang melakukan penggalian dan menyalurkan minyak mentah ke mobil tangki, masih dilakukan tahap pencaharian (DPO)," pungkas mantan Direktur Tipideksus Mabes Polri itu meyakinkan.

Sebagaimana diketahui lanjut Kapolda Riau, bahwa minyak bumi dan gas alam memiliki peran penting dan strategis. Selain menguasai hajat hidup orang banyak, minyak bumi juga merupakan sumber energi bagi kegiatan ekonomi nasional.

Sektor minyak bumi turut berkontribusi dalam penerimaan devisa negara dan pada masa-masa awal pembangunan porsi terbesar dari penerimaan negara bersumber dari pengelolaan minyak bumi. PT Chevron Pasific Indonesia merupakan Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara yang menyediakan pelayanan jasa kepada masyarakat.

Salah satu Perusahaan yang mengemban misi penting dan strategis dalam pembangunan sektor minyak bumi, selama beberapa dasawarsa merupakan aktor tunggal dalam mengelola kekayaan minyak bumi dan menjamin ketersediaan sumber energi khususnya BBM (Bahan Bakar Minyak).

Meski peran itu sebagian telah diambil kembali oleh pemerintah melalui UU No. 22/2001 yang membuka kesempatan bagi pelaku bisnis untuk berkiprah dalam bisnis minyak bumi nasional, PT.CPI masih dianggap dan diharapkan menjadi perusahaan minyak bumi utama dalam pembangunan sektor minyak bumi nasional.

Pengelolaan minyak bumi secara nasional tidak dapat dilepaskan dari perjalanan bangsa, sejak masa pendudukan Belanda hingga masa kemerdekaan.

Berdasarkan data OPEC tahun 2019, pengelolaan minyak bumi di Indonesia termasuk peringkat ke 22 di dunia dengan produksi per hari 911.000 barel, dalam perjalanannya,  produksi minyak bumi di Indonesia tidak berjalan dengan mulus akibat terjadinya beberapa faktor, yang salah satu nya terjadinya pencurian minyak mentah (Illegal Tapping).

Sesuai data yang disampaikan oleh PT Cevron Pacific Indonesia bahwa kerugian yang ditimbulkan mencapai 12.700 barel dan kerugian akibat pencurian alat produksi mencapai 2.500 barel perhari atau setara dengan Rp 2.066.250.000 setiap hari. "Tentu ini merupakan kerugian yang serius," ulasnya.

Lantaran itu lanjut Kapolda, Polda Riau memiliki komitmen melakukan tindakan hukum secara profesional menghentikan pencurian ini untuk menyelamatkan kerugian negara demi menjaga peningkatan produksi minyak bumi Kejahatan yg sudah berlangsung sejak tahun 2017 ini diungkap.

Disamping kejahatan ini juga ditemukan kejahatan lain yang berimplikasi pada penurunan produksi seperti pencurian kabel pompa tambang, pencurian pipa penyaluran minyak dan kabel listrik serta travo dan baterai pembangkit pompa penambangan, yang saat ini dalam pengungkapan Polda Riau.***


Penulis   : Ndanres Area
Editor    : Van Hallen  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.