Home / Lingkungan / Gubri Sebut Abrasi Pantai Desa Meskom Bengkalis Capai 1 KM

Pimpin Rapat Tindaklanjut Abrasi

Gubri Sebut Abrasi Pantai Desa Meskom Bengkalis Capai 1 KM

Gubri Sebut Abrasi Pantai Desa Meskom Bengkalis Capai 1 KM
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Bahas penanggulangan abrasi pantai di Desa Meskom Bengkalis, Gubernur Riau Drs H Syamsuar pimpin rapat tindaklanjut abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti di ruang rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat 19 Juli 2019.

 

Pekanbaru, oketimes.com - Bahas penanggulangan abrasi pantai di Desa Meskom Bengkalis, Gubernur Riau Drs H Syamsuar pimpin rapat tindaklanjut abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti di ruang rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Jumat 19 Juli 2019.

 

"Ini jadi perhatian kita. Makanya dalam rapat ini kita libatkan juga Kementerian Kemaritiman RI yang sebelumnya juga sudah turun langsung ke lapangan melakukan kajian," kata Gubri Syamsuar pada rapat tindaklanjut penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Jumat siang.

Dua pejabat dari Kemenko Kemaritiman turut hadir pada pertemuan itu, diantaranya Deputy Kebencanaan, Sahat. Diharapkan langkah penanganan abrasi yang terjadi di Bengkalis dan Meranti tersebut segera diatasi.

Sementara Dr Sigit Sutikno, salah seorang peneliti dari Pusat Studi Bencana LPM Universitas Riau (UR), memaparkan dua pulau yang langsung berbatasan selat melaka tersebut terbilang parah. Terutama di Desa Meskom yang ada di Pulau Bengkalis yang abrasinya mencapai 1,1 kilometer dalam kurun waktu 30 tahun sejak 1989-2019.

Menurut Sigit, parahnya abrasi yang berada di teluk pulau Bengkalis tersebut diantaranya dikarenakan kondisi tanah yang bergambut. Kondisi tanah bergambut menyebabkan labil terbawa arus akibat terjangan gelombang.

"Seharusnya ini cepat dilakukan langkah-langkah penanggulangan. Jangan sampai abrasi terus mengikis daratan. Seperti di Desa Meskipun misalnya abrasi susah mencapai 1,1 kilometer," papar Sigit.

Selain itu, titik abrasi terparah juga terjadi Tanjung Medang yang terletak di Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni mencapai 450 meter juga dihitung dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Kemudian abrasi di Pulau Rangsang Meranti ini juga terdapat di Sungai Gayugg kiri mencapai 300 meter. Desa Bunggur abrasi 80 meter, Desa Tanah Merah 145 meter serta di Desa Bantar 339 meter.

Disampaikan juga abrasi juga terjadi di wilayah Rupat Utara. Disampaikan abrasi di pulau berbatasan dengan Selat Melaka ini mencapai 163 meter.

"Solusinya buat segera break water atau pemecah ombak. Kemudian Jetty untuk penampung lumpur yabg berguna untuk keberlangsungan tanaman mangrove, sebagai pencegah abrasi," pungkasnya.***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardova

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.