Home / Pemerintahan / Audiensi ke Gubri, Yawatim Asean Segera Bangun Universitas Anak Yatim dan Dhuafa

Audiensi ke Gubri, Yawatim Asean Segera Bangun Universitas Anak Yatim dan Dhuafa

Audiensi ke Gubri, Yawatim Asean Segera Bangun Universitas Anak Yatim dan Dhuafa
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Terima Audiensi : Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar menerima Audiensi pengurus dan pembina Yayasan Wakaf Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Asean Pekanbaru di ruang rapat kerja Gubernur Riau, Jumat 19 Juli 2019.

Pekanbaru, oketimes.com - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, apresiasi adanya rencana pendirian Universitas untuk anak Yatim dan Dhuafa yang direncanakan pada 17 Agustus nanti, sudah dimulai peletakan batu pertama di Jalan Garuda Sakti Ujung, kilometer 12 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau.

Pembangunan universitas anak yatim dan dhuafa tersebut, digagas oleh Yayasan Wakaf Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Asean, Pekanbaru. Yawatim Asean berafiliasi dengan Yawatim Malaysia, yakni University Colage Bestari Trengganu, yang telah berdiri selama 15 tahun.

"Alhamdulillah, saya sangat menyambut baik. Tentu saja ini harus didukung, apalagi orientasinya jelas untuk pendidikan dan membantu mereka yang kurang mampu," kata Gubri Syamsuar pada awak media usai menerima audensi Yawatim Asean Pekanbaru di ruang kerjanya, Jumat 19 Juli 2019.

Dipaparkan gubri, selain mendirikan universitas, Yawatim Asean Pekanbaru juga nantinya akan membuat kelas jauh. Diharapkan, peluang untuk anak-anak yatim dan dhuafa untuk mendapatkan kesempatan belajar bisa terbantu.

Rencana peletakan di lokasi rencana pembangunan universitas di kilometer 12 Jalan Garuda Sakti Ujung KM 12 Desa Karya Indah Tapung, Kampar, dengan status tanah hasil wakaf oleh Hasyim Jamadi, mantan pejabat Pemprov Riau dan mewakafkan lahan seluas 100 hektar di Jalan Riau Ujung.

Hanya saja lanjut gubri, lahan wakaf seluas 100 hektar yang juga untuk kepentingan Universitas Amak Yatim dan Dhuafa itu, masih terkendala status lahan yang masih masuk kawasan hutan produksi terbatas.

"Kami akan berupaya mencarikan solusinya bersama instansi terkait. Apalagi dengan luas lahan tersebut harus mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK)," ungkap Gubri.

Sementara dana untuk pembangunan sudah dipikirkan untuk tahap awal pembangunan universitas anak yatim dan dhuafa ini yakni sebesar Rp13 miliar. Dana ini sudah disiapkan melalui beberapa orang yang telah mewakafkan untuk pembangunan universitas.

Hadir dalam audensi tersebut, Kadis LHK Riau Ervin Rizaldi, Azali Johan selaku dewan pembina, Hasyim Jamadi sebahai penghibah lahan 100 hektar.

Kemudian Joni Setiawan Mundung selaku penasehat, Ahmad S Udi sebagai Humas Yawatim Asean Pekanbaru termasuk sejumlah pengurus Yawatim yang ikut hadir pada kesempatan audensi tersebut.***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardova 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.