Home / Pemerintahan / BKD Sebut Tingkat Absensi ASN Pemprov Capai 93,69 Persen

BKD Sebut Tingkat Absensi ASN Pemprov Capai 93,69 Persen

BKD Sebut Tingkat Absensi ASN Pemprov Capai 93,69 Persen
Ist
Ikwan Ridwan, Kepala BKD Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tingkat absensi kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada hari pertama masuk kerja setelah cuti lebaran bersama pada Senin 10 Juni 2019 kemarin mencapai 93,69 persen.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan bahwa jumlah ASN Pemprov Riau ada sebanyak 8.041 pegawai yang tersebar di 47 organisasi perangkat daerah (OPD). Dari jumlah itu, diketahui ada sebanyak 508 pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan pada hari perdana masuk kerja ini.

"Tingkat kehadiran pegawai Pemprov Riau hari ini mencapai 93,69 persen. Dengan rincian yang hadir absen itu sebanyak 7.534 pegawai. Sedangkan, yang absen tanpa keterangan sebanyak 508 pegawai atau 6,74 persen," kata Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan di Pekanbaru, Selasa siang.

Berdasarkan data yang diterima dari BKD Riau tersebut, diketahui bahwa tingkat absensi OPD yang paling rendah adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Provinsi Riau. Di mana, persentase tingkat kehadiran pegawai Balitbang hanya 47,37 persen atau 36 pegawai saja yang hadir dari 76 pegawai.

Kemudian, disusul oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau yang tingkat absensinya hanya 50 persen. Yang artinya, hanya separuh pegawainya saja yang hadir dalam apel perdana itu.

"Mereka yang tidak hadir apel perdana tadi pagi akan mendapatkan sanksi sesuai undang-undang tentang ASN," terangnya.***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardoffa

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.