Home / Pemerintahan / Redam Suasana 'Panas' di Jakarta, JK Segera Komunikasi dengan Prabowo-Sandi

Redam Suasana 'Panas' di Jakarta, JK Segera Komunikasi dengan Prabowo-Sandi

Redam Suasana 'Panas' di Jakarta, JK Segera Komunikasi dengan Prabowo-Sandi
(Merdeka.com)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di rumah dinasnya Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Rabu malam 15 Agustus 2018 lalu. Dalam pertemuan itu, JK berpesan kepada mereka agar melaksanakan pemilu 2019 dengan jujur dan adil serta demokratis.

Jakarta, Oketimes.com - Guna meredam situasi kurang kondusif atas aksi massa demo 22 Mei di Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla kini tengah berupaya membangun komunikasi dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandi pasca kerusuhan demontrasi hasil Pilpres 2019 di Kantor Bawaslu, Rabu 22 Mei 2019.

"Diusahakan, ya, sedang diusahakan. (Bersama) semua tokoh-tokoh," kata Jusuf Kalla pada awak media saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta seperti dilansir dari kompas.com pada Rabu 22 Mei 2019.

Ditanya, apakah ia akan mengupayakan pertemuan dengan Prabowo guna mendinginkan suasana? Jusuf Kalla pun mengatakan, selaku Wakil Presiden dan sekaligus pemerintah siap berdialog dengan semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan pendapat soal hasil Pilpres 2019.

Wapres juga mengatakan, dalam waktu dekat, dirinya akan menginisiasi pertemuan dengan para tokoh masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini.

Ditanya apakah upaya untuk membangun komunikasi dengan Prabowo sudah ditanggapi oleh mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, Kalla pun mengaku belum mendapat tanggapan.

"Belum, belum, belum. Pokoknya kita usahakanlah (membangun komunikasi)," jawab Jusuf Kalla menjawab awak media.

Menurutnya, ia selaku wakil pemerintah memiliki peran untuk berdialog dengan para tokoh tersebut untuk mengajak peran mereka dalam menciptakan suasana sejuk dan damai demi ditengah-tengah masyarakat.

"Saya tentu, pemerintah siap untuk berbicara berdialog dengan semua tokoh dan karena itu kita siap untuk berbicara. Karena tujuannya kita sama untuk kedamaian dan kemakmuran dan semua harus ada prosedurnya," ucap Wapres.

Seperti diberitakan, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 berlangsung tertib pada Selasa 21 Mei 2019 malam. Bahkan sebagian besar massa sudah membubarkan diri pukul 20.00 WIB. Namun, masih masih ada massa yang menolak membubarkan diri.

Awalnya, mereka berusaha merusak pagar besi di Gedung Bawaslu sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi pun bergerak membubarkan paksa, dan massa berlarian ke arah Tanah Abang, sebagian lagi ke arah Gondangdia dan terkonsentrasi di Jalan Agus Salim.

Tak lama kemudian massa tersulut emosi dan melempar batu hingga petasan ke arah polisi. Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata kepada kerumunan massa, sehingga aksi tersebut hingga kini masih berlangsung dan belum kondusif.***


Source     : Kompas.com

Editor       : Van Hallen   

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.