Home / Politik / Bawaslu Rekom KPU Lakukan Pemilihan Susulan Bagi Warga yang Gagal Mencoblos

Imbas Kekurangan Surat Suara di TPS

Bawaslu Rekom KPU Lakukan Pemilihan Susulan Bagi Warga yang Gagal Mencoblos

Bawaslu Rekom KPU Lakukan Pemilihan Susulan Bagi Warga yang Gagal Mencoblos
Int
Logo Bawaslu

Pekanbaru, Oketimes.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekanbaru, merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, untuk dilakukan pemilihan susulan, bagi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), guna mengakomodir hak rakyat dalam berdemokrasi.

Kebijakan ini diambil seiring serbuan ratusan masyarakat ke kantor KPU Kota Pekanbaru, pada Rabu sore 17 April 2019, guna menuntut haknya ikut mencoblos.

"Kami merekomendasikan dilakukan pemilihan lanjutan, sesuai Undang Undang Pemilu pasal 431, masalah teknis akan diatur," kata Komisioner Bawaslu Pekanbaru, Yasrif Yaqub Tambusai di Pekanbaru seperti dilansir dari Antara pada Kamis 18 April 2019 kemarin.

Yasrif Yaqub Tambusai menjelaskan, pemilihan lanjutan ini akan diberikan bagi warga yang sudah terdaftar di TPS, Rabu (17/4/19) hingga pukul 13.00 WIB, namun belum mendapatkan surat suara.

"Teknis selanjutnya akan dilakukan KPU. Kami akan mengawasi dan mengawal hak warga," tegasnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pekanbaru, Anton Merciyanto,menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu tersebut.

"Kalau Bawaslu merekomendasi, kita akan lakukan, tetapi sesuai aturan," kata Anton.

Namun Anton tidak bisa memastikan kapan waktunya, sebab itu hak KPU RI yang memutuskan, daerah hanya pelaksana.

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga perlu mengumpulkan bukti dan alasan yang akan jadi dasar pelaksanaan pemilu susulan. Ia berjanji secara berjenjang lewat KPU Provinsi akan menyurati KPU RI.

"Yang pasti waktunya secepatnya, dan kami akan kumpulkan data-datanya. Terkait aturan akan didudukkan oleh KPU," tutur Anton.

Menurut dia, persoalan yang dikeluhkan warga, bukan hanya terjadi di masyarakat atau pemilih di Pekanbaru. Namun Kejadian serupa juga terjadi di beberapa tempat di Riau seperti di Kabupaten Pelalawan, Kampar dan Rokan Hulu.

"Beberapa provinsi lain juga ada. Makanya kami berharap warga tetap menjaga kondusivitas," tegasnya.

Ia menambahkan, terkait adanya keluhan jumlah surat suara di tempat pemungutan suara itu disebabkan membludaknya penambahan Data Pemilih Khusus (DPK) di beberapa tempat di Pekanbaru yang tidak seimbang dengan jumlah susu yang sudah di cetak sesuai DPT ditambah dua persen.

"Dasar penetapan surat suara itu ditentukan melalui jumlah daftar pemilih tetap (DPT) plus dua peran. Sementara potensi Daftar Pemilih Khusus itu sangat tinggi," pungkasnya.***


Sumber : Antara  / Editor : Cardoffa

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.