Home / Hukrim / Panti Pijat 'Plus-Plus' Menjamur di Tenayan Raya, Camat Gelar Ratas

Panti Pijat 'Plus-Plus' Menjamur di Tenayan Raya, Camat Gelar Ratas

Panti Pijat 'Plus-Plus' Menjamur di Tenayan Raya, Camat Gelar Ratas
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Camat Tenayan Raya Abdimas Syapitra saat menggelar rapat terbatas (Ratas) dengan dosen, mahasiswa, Babinkamtibmas, Kapolsek Tenayan Raya, perangkat RT 01 dan RT 02, RW 10 Kelurahan Bambu Kuning, Selasa (18/12/18).

Pekanbaru, Oketimes.com - Terkait menjamurnya praktek pijat 'plus-plus' di Kelurahan Bambu Kuning kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, pihak aparat kecamatan yang saat ini dipimpin Abdimas Syapitra sebagai Camat Tenayan Raya mengelar rapat terbatas (Ratas) dengan dosen, mahasiswa, Babinkamtibmas, Kapolsek Tenayan Raya, perangkat RT 01 dan RT 02, RW 10 Kelurahan Bambu Kuning, Selasa (18/12/18).

Abdimas merespon keresahan masyarakat atas kehadiran pijat "Plus-plus" di lingkungan mereka. Dari informasi dan penyelidikan tim dari Kecamatan, jajaran RT RW setempat membenarkan adanya Panti Pijat plus-plus di daerahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa camat sebelumnya sudah pernah menyegel atau penutupan panti pijat 'Plus-plus' yang berada di daerah Kelurahan Bambu Kuning. Namun, usaha dugaan protitusi terselubung itu kembali muncul.

"Dengan rapat yang kita lakukan saat ini,kita berharap lokasi ini dapat kita bersihkan dan tidak ada lagi panti pijat di Kecamatan Tenayan Raya," ujarnya pada awak media disela-sela rapat berlangsung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Pekanbaru yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Pekanbaru, H. Azwan menyambut kedatangan 11 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), di Ruang Rapat Walikota Pekanbaru, Senin, 17 Desember 2018, sekira pukul 09.00 WIB.

Sebelas calon Sarjana Kepolisian tersebut akan melakukan pengabdian di Kota Pekanbaru dengan melakukan penelitian terkait bagaimana penanggulangan penyakit masyarakat (Pekat) seperti prostitusi, Miras dan penyalagunaan Narkoba oleh Pemko Pekanbaru.

Mereka akan meneliti dan membahas studi kasus selama enam hari terhitung dari tanggal 16 hingga 21 Desember 2018 terhadap sistem Pemerintah Kota Pekanbaru memberantas permasalahan Pekat yang terus bertambah.***


Penulis   : Ndanres

Editor    : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.