Selain ke Ghuangzhou, Rombongan Walikota Duga 'Melancong' ke Beijing dan Makau Hongkong

ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Keberangkatan rombongan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT, bersama 9 orang pejabat OPD, plus beberapa staf Pemko dan pihak lain yang 'Nyebeng' ke Ghuanzhou Cina, pada Selasa 20 Agustus hingga Sabtu 1 September 2018 lalu, diduga kuat rombongan juga turut 'melancong' liburan selama lebaran haji ke sejumlah kota wisata di Cina, seperti kota Beijing dan Makau Hongkong.

Sebagai bukti, Agenda Walikota dan Rombongan tersebut ke Ghuangzhou untuk mengikuti Market Sounding kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dalam proyek sistem pengembangan air minum (SPAM) dan rencana proyek infrastuktur pendukung Tenayan Industri Park atau Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), terjadwal dimulai sejak Rabu 21 hingga Sabtu 25 Agustus 2018.

Artinya acara tersebut hanya 5 hari kerja saja dilaksanakan selama di kota Ghuanzhou Cina, selebihnya sejak Minggu 26 hingga 1 September 2018, diduga kuat Walikota dan rombongan menghabiskan waktunya untuk 'melancong' ke kota wisata lainnnya seperti ke Beijing dan Makau Hongkong.

Menangapi hal ini, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Firmansyah Eka Putra saat dihubungi lewat ponselnya ke nomor 0852 6434 0XXX pada Selasa siang 4 September 2018, sedang tidak aktif dan memblokir seluruh panggilan teleponnya, sehingga belum bisa dikonfirmasikan. Hal serupa juga dilakukan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Ingot Ahmad Hutasuhut.

Sedangkan M Jamil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Sekaligus Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, saat dikontak lewat ponselnya Selasa sore, dalam keadaan aktif tapi tidak bersedia menjawab panggilan awak media ini. Begitu juga pesan singkat yang dikirim ke ponselnya, tak kunjung berbalas.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jamal Maladi, tetap bertahan menyangkal ikut berangkat ke Ghuanzhou, dengan alasan bahwa dirinya hanya tugas keluar kota dan tidak ada ikut ke negeri julukan tirai Bambu itu.

"Kan saya sudah bilang saya tidak ikut, kalau ikut pun apa salahnya. Kan gak ada larangan, sebab itu semua atas arahan pimpinan," tukas Jamal mengelak.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Pekanbaru, tetap ngoto berangkat ke Luar Negeri (LN), bersama rombongan Kepala OPD dan beberapa staf ke Guangzhou kota terbesar di Cina Selatan Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok, sejak 20 Agustus hingga 1 September 2018.

Selain Walikota Firdaus ST MT, turut memboyong sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, sebanyak 9 orang jumlah total ada 10 orang. Diantaranya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Firmansyah Eka Putra, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jamal Maladi.

Kemudian Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) A Saat, Kabid Pertamanan Dinas PUPR Edward Riansyah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammad Jamil, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Ingot Ahmad Hutasuhut.

Selanjutnya, Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ahmad, Dirut PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) Heri Susanto Abbas dan Dirut PDAM Tirta Siak Pekanbaru Kemas Yuzferi. Firdaus dan jajarannya bertolak meninggalkan tanah air sejak Senin 19 Agustus lalu dan direncanakan kembali ke Pekanbaru pada Sabtu 1 September 2018.

Walikota Pekanbaru berangkat ke Negara Cina dalam agenda Market Sounding, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dalam proyek sistem pengembangan air minum (SPAM) dan sekaligus rencana proyek infrastuktur pendukung Tenayan Industri Park atau Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Belakangan informasi yang beredar dilapangan, selain 10 orang pejabat Pemko yang ikut ke negeri tersebut, diduga kuat beberapa staf Pemko seperti dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta dinas lainnya di lingkungan Pemko Pekanbaru. Bahkan beberapa rekan sejawat dari Pemko dari pihak swasta lain, turut ikut diboyong ke negeri julukan tirai bambu itu yang diduga juga menggunakan anggaran pemko. (ars)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait