Home / Pemerintahan / Pusat Harus Berani Merubahkan Subsidi Pupuk ke Subsidi Produksi

Demi Kesejahtaraan Petani,

Pusat Harus Berani Merubahkan Subsidi Pupuk ke Subsidi Produksi

Pusat Harus Berani Merubahkan Subsidi Pupuk ke Subsidi Produksi
ist.net
SIAK, oketines.com- Dalam rangka memberikan kesejahtaraan kepada petani, Pemerintah pusat harus berani merubah sistem dari subsidi pupuk dan benih dialihkan ke subsidi Produksi. Demikian dikatakan oleh Kadis Pertanian Provinsi Riau Drs Zailani Arifsyah saat memberi arahan pada workshop Penyuluhan RDKK di Kabupaten Siak (9/9).

Dikatakanya, bahwa jika melihat peluang pertanian di wilayah Provinsi Riau cukup besar sekali untuk dikembangkan, terpulang kita melaksanakannya lagi dengan baik dan sejauh mana niat kita  untuk melakukannya.

Dia mengatakan, saat ini Pemerintah menganggarkan dana untuk pupuk bersubsidi mencapai 18 Triliyun dan itu pun masih dinilai belum mencukupi untuk kebutuhan petani yang ada di Indonesia ini.

"Oleh sebab itu, dengan kekurangan pupuk tersebut diharapkan penyaluran pupuk ini harus sesuai dengan sasaran yang telah direncanakan agar kebutuhan pupuk untuk petani bisa tercukupi dengan baik," katanya.

Dia menambahkan, pada Rakornas di Jakarta beberapa waktu lalu ada peserta mengusulkan subsidi ini harus dialihkan menjadi subsidi produksi, namun hingga kini belum ada tanggapan dari Pemerintah Pusat.

Zainal mengatakan, subsidi  produksi ini misalnya gabah dan hasil petani harus di beli oleh Pemerintah dengan harga yang cukup memadai, ini tentunya akan bisa memberikan kesejaharan kepada petani.

Oleh sebab itu, program petani ini harus bisa diciptakan yang baru tidak hanya program copy paste dari tahun ke tahun itu-itu saja, "Kalau macam ini kapan petani bisa maju, orang saat ini sudah mondren, jangan program lama juga diberikan kepada petani. Kita harus memikirkan kesejahtraan masyarakat, bukan hanya memikirkan Proyek semata," tukasnya.(man)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.