Home / Pemerintahan / Dewan Siak: Bekukan BUMD yang `Netek` di Pemda

Dewan Siak: Bekukan BUMD yang `Netek` di Pemda

Dewan Siak: Bekukan BUMD yang `Netek` di Pemda
SIAK,oketimes.com- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Siak dengan tegas meminta Pemda Kabupaten Siak agar mengevaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak memberi kontribusi.

"Oleh sebab itu, bagi BUMD yang tak mampu, atau tidak bisa memberikan kontribusi terhadap kepentingan daerah, lebih bagus BUMD tersebut dibekukan atau dibubarkan saja ketimbang menghabiskan dan menghambur-menghamburkan anggaran daerah," tegas Suratmaji, anggota Komisi II DPRD Siak kepada oketimes.comvia selulernya, Ahad (7/9/14).

Ditegaskan dia, Dewan ingin setiap BUMD yang taunya `menetek` APBD tanpa kontribusi yang jelas dibekukan saja, Pemkab Siak harus mengevaluasi BUMD yang dinilai kurang sehat tersebut. Sebab keberadan BUMD yang dibentuk oleh Pemkab Siak dan disahkan langsung oleh DPRD Siak, intinya adalah bagaimana BUMD tersebut mampu menghasilkan keuntungan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan bukan menguras APBD.

Setakat ini, sambungnya, dari sekian BUMD yang ada di Kabupaten Siak, hanya dua BUMD saja yang mampu menghasilkan PAD. BUMD itulah adalah BOB PT. Bumi Siak Pusako (BSP) dan PT. Permodalan Siak (Persi). Sementara BUMD seperti SPE, SPS dan KITB sama sekali tidak memberikan kontribusi buat PAD.

"Dewan sudah berkali-kali mempertanyakan, jangan-jangan modal yang sudah disetorkan oleh Pemda Siak itu sudah habis untuk menggaji karyawannya. Oleh sebab itu, setiap BUMD yang tidak bernilai baik ini harus diaudit, bila tidak bisa berkembang, ya bubarkan saja, dari pada menjadi masalah yang berkepanjangan dan terus-terusan menetek di APBD, lebih baik dibekukan dan dilikuidasi saja. Dan Pemda harus berani dalam hal ini," imbuhnya.

Diakui Surat dari penghasilan sejumlah sumber-sumber PAD yang diperoleh oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dilingkungan Pemkab Siak, tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu signifikan, rata-rata hanya mencapai dibawah 20 persen, kalau dihitung-hitung, hanya sekitar 18 persen, inilah perlunya BUMD untuk bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah.

"Sudah sangat jelas, yaitu bagaimana BUMD-BUMD yang ada tersebut mampu memberikan kontribusi untuk PAD, hal ini sangat beralasan. Pasalnya sumber PAD Kabupaten Siak yang terbesar dari Migas yang tak lama lagi bakal habis, untuk itu peran BUMD harus mampu menjawab tantangan ini," pungkasnya.(adi)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.