Home / Peristiwa / Massa Bertambah, Suasana PT Duta Palma Membara

Massa Bertambah, Suasana PT Duta Palma Membara

Massa Bertambah, Suasana PT Duta Palma Membara
KUANSING, oketimes.com-Perpanjangan HGU PT Duta Palma adalah buntut kemarahan masyarakat di 4 kenegerian Kuansing, pasalnya proses perpanjangan HGU tersebut dilakukan dengan cara kotor tanpa ada kesepakatan awal dengan masyarakat Kuansing.

Sikap angkuh yang selama ini ditunjukan oleh manajemen Duta Palma tidak menggubris aspirasi masyarakat serta mengangkangi arahan dari pemerintahan kabupaten Kuansing memicu amuk warga di empat kenegerian.

Masyarakat di 4 kenegerian Kuansing, yakni Kenegerian Kopah kecamatan Kuantan Tengah, Kenegerian Cengar Kuantan Mudik, Koto Rajo Kuantan Hilir dan Gunung Toar sepakat menuntut dikembalikan tanah ulayat yang selama ini dikuasai Duta Palma seluas 11.900 hektar.

Unjuk rasa ribuan massa yang turun dari desa-desa dengan beringas menyerbu dan membakar komplek perkantoran serta aset-aset perusahaan perkebunan swasta nasional tersebut.

Massa yang semula diperkirakan hanya berjumlah 400 orang dalam perjalanannya kini bertambah menjadi ribuan orang, kebakaran pun semakin meluas.

Dua Mobil Dibakar

Pantauan oketimes dua unit mobil milik general manajer dan manager area PT Duta Palma hangus dibakar massa. Demikian pula tiga truck pengangkut buah, dua tanki solar turut dibakar. Sedangkan Pos security Duta Palma rata dengan tanah.

Sementara komplek perkantoran devisi sungai Kuantan tidak luput dari amukan massa.
Keangkuhan PT Duta Palma akankah berakhir? setelah akibat tabiat buruknya beberapa waktu lalu, Bupati Kuansing H Sukarmis bertekad mengusir perusahaan tersebut dari wilayah Kuansing sebelum jabatannya berakhir.

"Saya minta PT Duta Palma harus hengkang dari bumi Kuansing sebelum jabatan saya berakhir," tegas orang nomor satu di Kuansing itu dengan nada tinggi.(bsp/har)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.