Sikat Miras, Polresta Pekanbaru Gencar Operasi K2YD
Ribuan botol miras dari berbagai merk yang disita Jajaran Polresta Pekanbaru saat menggelar razia K2YD selama 11 dari Kafe remang-remang dan kedai penjual miras tanpa izin ketika Press Konference di Loby Mapolresta Pekanbaru, Selasa 24 April 2018 siang.
Pekanbaru, Oketimes.com - Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata menegaskan, kendati belum ada korban meninggal dunia, akibat menegak minuman keras oplosan di Pekanbaru, namun pihaknya tetap menggelar Operasi Miras Oplosan secara rutin
"Sudah tugas Polri memberantas berbagai macam penyakit masyarakat, salah satunya Miras Oplosan. Kendati korban belum berjatuhan, kami harus mencegah dan menindaknya," kata Edy kepada media Kamis 26 April 2018 di Pekanbaru.
Seperti diberitakan, sudah banyak korban berjatuhan akibat minuman keras oplosan di berbagai daerah di Tanah Air. Terakhir di Cicalengka, Bandung, 44 korban meninggal dunia.
Peredaran miras oplosan di berbagai daerah yang sudah sangat meresahkan membuat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Polisi Syafruddin geram.
Wakapolri menilai peredaran miras oplosan sudah sangat memprihatinkan dan perlu penanganan serius. Wakapolri pun memerintahkan seluruh jajaran kepolisian Indonesia untuk memburu dan memberantas para pelaku dan dalang dari miras oplosan tersebut.
"Saya perintahkan untuk membuat kasus ini berhenti sampai ke akar-akarnya. Dalangnya, pelakunya, distributornya, yang punya pikiran yang punya skenario dan sebagainya," tegas Syafruddin saat konferensi pers di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu 11 April 2018 kemarin.
Dipaparkanya, di ibu kota Jakarta sudah ada 31 korban, Jabar 51 orang. "Saya yakin di tempat lain banyak. Ini fenomena gila di tengah masyarakat, saat Indonesia sedang prihatin menghadapi masalah," urai Syafruddin.
Pada bulan Februari lalu, Polresta Pekanbaru menggerebek pabrik miras oplosan di Tenayan Raya, Pekanbaru. Seorang ditangkap dari pabrik miras oplosan bernama Mansion House.
Menurut Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata, pihaknya tidak hanya menindak tapi juga melakukan pencegahan.
"Kita optimalkan fungsi Satuan Bimmas untuk mencegah nya. Tim ini turun langsung ke masyarakat, ke sekolah, dan berbagai tempat lainnya. Pesan Kamtibmas kita minta bantuan ustadz dan ulama untuk dalam kotbah Jumat," kata alumnus Akademi Kepolisian tahun 1996 ini.
Edy Sumardi yang juga arsitek Program Jumat Barokah, polisi peduli dan berbagi itu menyebutkan, setiap penyakit masyarakat pasti kita cegah. "Langkah terakhir kita tindak," kata Edy yang dikenal low profil ini.***

Komentar Via Facebook :