Pimpin Apel Operasi Patuh Muara Takus 2018, Kapolda Riau Ajak Semua Kalangan Bersinergi Jaga Keselamatan Berlalu Lintas
Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH saat memimpin Apel Operasi Patuh Muara Takus 2018 bersama jajaran dan instansi terkait di Mapolda Riau, Kamis 26 April 2018 pagi.
Pekanbaru, Oketimes.com - Operasi Patuh bersandi Muara Takus 2018 resmi digelar mulai Kamis (26/4/2018) dan berlangsung selama 20 hari ke depan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna jalan, untuk tertib dalam berkendara, sehingga dapat menekan kasus kecelakaan.
Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH usai apel Operasi Patuh Muara Takus 2018 pada Kamis pagi mengtakan kesadaran berlalu lintas merupakan kebutuhan dasar setiap pengguna jalan. Dengan begitu, angka kecelakaan dapat ditekan, termasuk tingkat fatalitasnya.
Dalam operasi tersebut, 70 persennya akan difokuskan pada penyuluhan, penerangan, bimbingan dan edukasi. "Kalau pun ditemukan pelanggaran, lakukan secara persuasif dan edukatif, ingatkan dan beritahu betapa pentingnya kesadaran berlalu lintas," ujar kapolda Riau.
Kapolda Riau berharap dalam operasi Patuh ini tidak ada razia sehingga kegiatannya berdasarkan apa penyebabnya yang menimbulkan kecelakaan, itu yang dimaksimalkan penyuluhannya.
"Seperti di Lintas Timur misalnya, agar Polisi menyambangi masyarakat disepanjang jalan agar menggunakan jalan dengan benar," kata Nandang.
Yang paling penting, lanjut Jenderal bintang dua ini, adalah pemahaman bagi orangtua, agar tidak membiarkan anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur untuk tidak menggunakan kendaraan di jalan raya, karena sangat beresiko terhadap kecelakaan.
"Ini supaya orang paham, tidak ada lagi anak dibawah umur atau pelajar menggunakan sepeda motor secara sendiri untuk pergi ke sekolah. Apalagi masih sekolah, misalnya anak SMP dan SMA yang umurnya di bawah 17 tahun, itu belum punya SIM dan belum boleh berkendaran," tegas Kapolda Riau.
Kapolda Riau juga menhimbau kepada para orang tua agar bersedia mengantar jemput anaknya jika pergi ke sekolah, sehingga anak tersebut bisa terpantau dengan baik dan tidak dibenarkan sang anak yang belum layak naik motor malah diberikan kebebasan kepada anak tersebut.
"Jangan karena sayang terus mencelakakan anak sendiri. Jadi ini penting sekali, bahwa kesadaran bersama, tidak hanya pada kepolisian melainkan keluarga juga," lanjutnya.
Selain itu, sarana prasarana jalan juga menentukan, misalnya penerangan lampu dan kondisi jalan. Itu ada kontribusinya terhadap faktor kecelakaan. "Jadi kesadaran bukan hanya buat pengguna jalan, melainkan termasuk penyelenggara negara," tutup Irjen Pol Nandang. (ars)

Komentar Via Facebook :