Pemkab Siak Pimpin Pertemuan Ekspose Rencana Kerjasama PT. SPN dan SPS Join CREA Japan
Asisten I L Budhi Yuwono pimpin pertemuan ekspose rencana kerjasama di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dan sejumlah Perusahaan BUMD PT. KITB, PT. SPS, PT. SPN dengan perusahaan asing asal Jepang CREA JAPAN di Ruang Rapat Pucuk Rebung pada Rabu 4 April 2018.
Siak, Oketimes.com - Asisten I L Budhi Yuwono pimpin pertemuan ekspose rencana kerjasama di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dan sejumlah Perusahaan BUMD PT. KITB, PT. SPS, PT. SPN dengan perusahaan asing asal Jepang CREA JAPAN di Ruang Rapat Pucuk Rebung pada Rabu 4 April 2018.
Direktur KITB M Soeharto menjabarkan master plan investor dalam pertemuan ini, termasuk penjelasan lokasi KITB yang sangat strategis, karena berada pada jalur pelayaran internasional. Apalagi saat ini KITB sangat membuka diri kepada tiap calon investor, namun berdasarkan regulasi tentu harus mengikuti proses aturan yang berlaku.
Dijelaskannya, pertemuan yang dihadiri sejumlah pimpinan OPD di Lingkup Pemkab Siak ini juga mendiskusikan berbagai hal, termasuk kendala dan beberapa kekurangan yang masih terdapat dalam kawasan industri tanjung buton sebagaimana yang di disampaikan Soeharto dari pihak PT. KITB.
Sementara CEO Crea Jepang Mr. Hayakawa Takuto melalui juru bicaranya Johan, menjelaskan bahwa perusahaan yang dinaunginya begerak di Jasa New Fuel Oil yang menjadikan kelapa sawit sebagai komoditi untuk dijadikan bahan bakar.
Johan menjelaskan, sebab di negara Jepang minyak kelapa sawit tidak dikonsumsi melainkan diolah menjadi bahan bakar, karena biodiesel dikenal sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dengan master plan yang dirancangnya, jika memang rencana kerja sama ini berjalan Crea Jepang akan mendirikan Pabrik Kelapa Sawit di Kabupaten Siak.
Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanaman Modal Siak Heriyanto, menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi investor dalam pengurusan perijinan. Karena kini sistem kemudahan dan cepat dapat dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang berkembang.
Namun yang perlu menjadi catatan penting ialah lanjut Heriyanto, diminta kepada perusahaan Crea Jepang untuk berkoordinasi dengan Kementrian terkait di pusat, guna memastikan investasi yang akan dilakukan di KITB nantinya bisa berjalan sesuai dengan tujuan Crea untuk berinvest di Kabupaten Siak.
Kedepannya, dari hasil diskusi akan diadakan pembicaraan lebih lanjut, terutama terkait prioritas investasi yang akan dikembangkan di KITB dan direncanakan dalam waktu dekat tim tekhnis dari Crea akan kembali berkunjung ke Kabupaten Siak. (man)

Komentar Via Facebook :