BI dinilai `Contek` Teknik Pembuatan Rupiah dari Euro hingga Won

Ilsutrasi, cetakan mata uang rupiah yang diluncurkan BI baru ini.

Jakarta, oketimes.com - Isu logo palu arit dalam uang rupiah kertas kembali ditepis. Kali ini, melalui Twitter milik Sekretariat Kabinet dijelaskan bahwa yang terdapat di uang rupiah adalah logo BI.

Namun dicetak menggunakan teknik rectoverso sebagai salah satu unsur pengaman uang rupiah. Lewat akun @setkabgoid, pemerintah membagikan video Bank Indonesia berdurasi satu menit.

Dalam video tersebut dijelaskan, ternyata rectoverso juga digunakan beberapa mata uang lain. Seperti Euro, Thailand Baht, Pound hingga Korea Won.

Video tersebut, juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal rectoverso sebagai salah satu unsur pengaman uang kertas. Rectoverso digunakan untuk melindungi uang dari pemalsuan.

Gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang. Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000.

Sekadar mengingatkan saja, pasca diluncurkan Bank Indonesia, uang rupiah tahun emisi 2016 menuai banyak komentar. Sayangnya komentar bernada negatif lebih banyak beredar di sejumlah media sosial.

Rupiah dituduh mirip Yuan, mengandung lambang palu arit yang melekat dengan Partai Komunis hingga rupiah dicetak oleh perusahaan swasta milik Taipan.

Namun, keseluruhan isu tersebut telah diluruskan oleh pemerintah. Terutama logo palu arit yang sebenarnya adalah logo BI dengan teknik rectoverso sebagai salah satu unsur pengaman.***/mnc .


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait