Gubernur Riau Lantik 1.208 Pejabat Administrator dan Pengawas di Stadion Utama

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengukuhkan dan melantik Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau bertempat di Stadion Utama Riau, Rabu (11/1/2017) malam.

Pekanbaru, oketimes.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman melantik dan mengukuhkan sebanyak 1.208 pejabat administrator dan pengawas eselon III dan IV di lingkungan pemprov Riau. Pelantikan dan pengukuhan pejabat ini dilakukan di stadion utama Riau.

Acara pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon III dan IV di lingkungan pemprov Riau ini dimulai dengan usai Sholat Ashar berjamaan yang diimami oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Ahmad Hijazi. Selanjutnya rangkaian acara dibuka dengan sepatah kata dari Pangdam Bukit Barisan Mayjend L Pusung, Kapolda Riau, Danrem 031 wirabima dan Sekda Riau.

Dalam arahannya, Pangdam Bukit Barisan Mayjend L Pusung menyerukan kepada seluruh ASN yang dilantik untuk menerima amanah dijabatan barunya. Jika sebelumnya berada ditempat yang ‘enak’ kata Pangdam, sekarang dipindahkan ke tempat yang tidak enak, maka pulang dari pelantikan ini yang bersangkutan diminta untuk berkaca.

"Berkaca yang saya maksud, pandang diri anda mengapa anda ditempatkan dari tempat yang enak ke yang tidak enak. Ingatlah, pimpinan menempatkan dijabatan baru ada maksud yang baik, begitu juga Allah," katanya, Rabu (11/1/2017) malam.

Mayjend L Pusung menambahkan, di Riau ini hanya punya 1 matahari, diminta kepada ASN untuk tidak menentang matahari. Sebab kalau ditentang, mata akan sakit. "Jangan tentang matahari, sakit mata anda nanti. Maka dari itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya serta ikhlas dalam bekerja, maka Allah pun akan meridhoi langkah kita," tuturnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, nama-nama pejabat eselon III dan IV mulai dibacakan satu persatu. Ada yang terkejut dengan dipindahkan jabatannya, adapula yang kebingungan, lantaran ia tak jelas namanya ditempatkan diposisi yang mana.

Pembacaan nama pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau ini terpaksa ditunda karena adzan Magrib, Gubri dan seluruh ASN dan undangan lainnya kembali melaksanakan sholat berjamaah kembali dan diimami oleh Sekda Riau lagi. Usai sholat, Pembacaan nama dilanjutkan kembali dengan penerangan lampu seadanya seperti lampu mobil dan lampu emergensi.

Kondisi darurat ini berlangsung hingga akhir, termasuk saat Gubri melantik dan mengukuhkan 1.208 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau itu. Dalam Arahannya, Gubri meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

"Selain itu, asetnya jangan dibawa. Serahkan ke sekretaris tempat bapak dan ibu kemarin bekerja," tuturnya.

Ia juga menegaskan, agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mengindahkan peringatan itu, daripada terjerat-jerat UU ASN yang tidak membenarkan mantan pejabat menguasai aset milik daerah.

"Jangan dibawa, biar nggak mempersulit kedepannya. Kita pun jadi susah untuk mendatanya," ungkapnya.

Sementara ini, Pemprov Riau masih bersifat persuasif untuk menumbuhkan kesadaran mantan pejabat, baik yang dimutasi maupun pejabat non-job untuk menyerahkan seluruh aset yang pernah diberikan untuk menunjang pekerjaannya sebagai pelayan masyarakat. (dea)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait