Home / Peristiwa / Enam Mobil PT. Medco Ditahan Massa

Enam Mobil PT. Medco Ditahan Massa

Enam Mobil PT. Medco Ditahan Massa
KERUMUTAN, oketimes.com- Hingga Ahad (29/6) aksi unjuk rasa dari massa yang tergabung dari berbagai elemen diantaranya mahasiswa, pemuda dan masyarakat untuk memperjuangkan pengelolaan Blok Kampar terus berlanjut. Jika pada Sabtu (28/6) kemaren massa melakukan demo di dua titik operasional PT Medco Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan hingga aktivitas pertambangan minyak ini lumpuh.

Namun pada Ahad (29/6) massa pengunjuk rasa menahan 6 unit dumb truk milik PT Medco. Penahanan 6 unit kendaraan ini masih merupakan rangkaian aksi demontrasi sekitar 150 gabungan mahasiswa, pemuda dan masyarakat terhadap PT Medco di Kecamatan Kerumutan sehari kemarin.

"Ya Kawan-kawan menahan 6 unit mobil operasional yang sudah terisi minyak mentah, dan dua stasiun pengumpul Merbau didesa Mak Teduh serta stasiun pungumpul di desa Air Kuning Kayu Ara," terang Ketua Himpunan Mahasiswa Pelalawan (Hipmawan) Pekanbaru, Abdul Wadut kepada wartawan, Ahad (29/6/14).

Dikatakannyanya, saat ini keenam mobil telah berada di stasiun Merbau. "Diparkirnya 6 mobil tengki tersebut di stasiun Merbau untuk memudahkan, mengontrol sampai tuntutan forum masyarakat Pelalawan dan mahasiswa menemui titik terang," paparnya.

Hingga tadi malam dan hari ini sebut Abdul Wadut, pemuda dan warga setempat terus memantau agar tidak ada lagi aktifitas PT Medco.

"Kita akan tetap lanjut sebelum tuntutan dipenuhi oleh menteri ESDM dan lembaga-lembaga terkait dalam penanganan Blok Kampar ini, jika tuntutan itu belum di indahkan juga massa aksi akan turun dalam jumlah yang lebih besar lagi dan kalau perlu mematikan mesin-mesin pemompa minyak yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan," tandasnya,

Terhadap aksi ini dan untuk mengetahui informasi terbaru terhadap kunjungan Menteri ESDM Jero Wacik dan Komisi VII DPR RI ke Riau, wartawan mencoba menghubungi ketua Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (F-MPMBK) Zulmizan Assegaf, hanya saja meski nada panggilan masuk diujung telepon, namun tak kunjung ada jawaban.(zul)



0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.