DBD Pekanbaru Meningkat, Zainal: ‘Budaya Gotong Royong di Pekanbaru Terkikis’
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Dibanding tahun 2015 lalu, penderita kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru kian meningkat. Tercatat data Diskes Pekanbaru tahun 2015 penderita DBD ada 502 kasus satu diantaranya meninggal dunia.
Sementara di tahun 2016, tercatat dari Januari hingga minggu ke 2 November sudah ada 843 kasus, 10 diantaranya meninggal dunia. Grafik ini menandakan pendrita kasus DBD meningkat tajam dan signifikan.
Menanggapi kondisi terus meningkatnya penderita DBD di Pekanbaru, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin SE mengaku terus meningkatnya kasus DBD di Pekanbaru akibat budaya gotong royong saat ini sudah mulai terkikis.
"Padahal yang menjadi penyebab utama warga terserang DBD adalah kebersihan lingkungan. Guna menanggulanginya kita berharap sosialisasi harus gencar di lakukan dari Diskes ke bawah," kata Zainal ketika dikonfirmasi dikantor DPRD Pekanbaru, Kamis (24/11/16).
Zainal juga mempertanyakan seperti apa evaluasi yang sudah di lakukan Diskes ketika kasus DBD ini terus meningkat. Jelas ada progres dalam menanganinya seperti apa mereka berbuat sosialiasi ke bawah. Sudah seharusnya ada program langsung turun kebawah langsung ke masyarakat.
"Ini yang harus di lakukan terutama dari petugas Jumantik yang harus memaksimalkan sosialisasi pendegahan DBD. Jika tidak maksimal tentu di pertanyakan apakah laporan asal jadi saja," ungkapnya.
Ditambahkan Zainal petugas yang turun ke dibawah (warga_red) adalah ujung tombak. Dari Dinas dan Puskesmas harus bekerja memberi penyuluhan ke masyarakat. Artinya semua kerjasama harus berjalan sehingga dapat menekan angka DBD.
"Kalau Diskes sudah mengetahui sejauh mana pekerjaan di lapangan bahkan tidak ada hasil perlu cara lain. Hal ini tidak lain dari kesadaran masyarakat soal m3 plus. Mesti ada kerjasama Pemerintah Diskes dan masyarakat dan keduanya harus sejalan," tuturnya. (eza)

Komentar Via Facebook :