Takut Dimarahi Ortu, ABG Nekat Gantung Diri

Personil Polsek Siak Hulu saat menurunkan mayat ABG (14) usai melakukan aksi nekat gantung diri di di Barak 19 PT CIS RT 001 RW 001 Dusun I Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Kampar, Oketimes.com - Tragis, seorang anak baru gede (ABG) bernama Esti Nalina (14), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Esti bunuh diri diduga lantaran takut dimarahi orang tuanya, karena handphone jatuh ke dalam parit.

Informasi yang diperoleh, korban bunuh diri pada Jumat (14/10/2016) sekitar pukul 09.30 WIB di kediamannya di Barak 19 PT CIS RT 001 RW 001 Dusun I Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Sebelumnya, sekitar pukul 07.00 WIB, ibu korban berangkat ke Blok I Perkebunan Sawit PT CIS untuk lakukan aktifitas pekerjaan, perawatan kebun sawit. Sedangkan ayah korban bekerja di perusahaan yang sama berangkat menuju ke Blok I perkebunan sawit PT CIS untuk melakukan aktifitas yang sama. Korban tinggal rumah bersama saksi Lilis Fitriani untuk menjaga adeknya Dani.

Bersama Lilis, korban lalu pergi memancing dikanal yang lokasinya berada di depan barak tempat tinggalnya, sambil membawa adeknya Dani. Saat memancing itulah, handphone milik korban dibuang ke kanal oleh adeknya Dani.

Karena ketakutan dimarahi ayahnya, korban meminta saksi Lilis yang tunarungu agar jangan memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya. Tak lama kemudian, korban kembali ke barak tempat tinggalnya dan meninggalkan Lilis dan adeknya Dani di tepi kanal.

Melihat korban tak kunjung kembali, Lilis bersama Dani lalu kembali ke barak dan melihat dari jendela belakang barak, korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam barak dengan menggunakan kain jilbab milik korban.

Di samping korban, ada jerigen warna putih diduga diinjak korban sebelum gantung diri. Melihat hal itu, Lilis berusaha membantu dengan mendobrak pintu belakang, akan tetapi pintu terkunci.

Lalu Lilis mengambil pisau yang ada di belakang barak, kemudian masuk ke dalam barak lewat jendela, lalu memotong ikatan jilbab pada leher korban hingga korban terlepas dari ikatan jilbab. Namun korban sudah tak bergerak.

Kemudian Lilis meminta tolong kepada Irwan dan Nurhayani yang tinggal di depan barak mereka. Dilanjutkan oleh Irwan dengan memberitahukannya orang tua korban.

Selanjutnya kedua ortu korban dan mandor menuju TKP dan melihat korban dalam keadaan terbaring tidak bernyawa di lantai barak.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata Sik melalui Kapolsek Siakhulu Kompol P Zalukhu di dampingi Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra mengatakan, petugas Polsek Siak Hulu yang mendapatkan laporan langung melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Dari hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan dari Dokter, disimpulkan bahwa kematian korban murni karena gantung diri," kata Deni Yusra.

Menurut Deni, korban nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena takut dimarahi oleh ayahnya karena handphone miliknya dibuang oleh adeknya ke kanal," ungkapnya. (dzs)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait