Perseteruan Sengketa Lahan di Palas Nyaris Bentrok
Suasana di lokasi tanah yang disengketakan. Petugas Kepolisian Sektor Rumbai pun meminta para pekerja pemagar tanah untuk menghentikan kegiatan guna mencegah bentrokan di Simpang Jalan Damai Palas, Pekanbaru, Jumat (14/10/16) petang.
Pekanbaru, Oketimes.com - Tak terima tanah yang mereka tempati dipagar, ahli waris almarhum Tampubolon nyaris bentrok dengan pihak Toni Cs. Alhasil, insiden tersebut menjadi tontonan gratis warga pelintas jalan di Simpang Jalan Damai Palas, Jumat (14/10/16) petang.
Menurut warga setempat, Sihotang, pemagaran yang dilakukan pihak Toni Cs dengan mengerahkan puluhan pekerja ini berlangsung sejak pagi tadi. Kendati ahli waris almarhum Tampubolon, boru Aritonang sudah berkali kali melarang, namun pemagaran menggunakan kawat maupun cor beton tetap saja dilakukan.
Merasa dicuekin, boru Aritonang bersama sanak saudaranya yang lain pun terpancing emosi. Ia pun langsung mendamprat pekerja Toni Cs dengan mencabut cor beton yang disedianya akan dipasang. Akibatnya bentrok kedua kubu pun nyaris terjadi.
Beruntung anggota Kepolisian Sektor Rumbai yang berada di lokasi bergerak cepat dengan meminta pihak pekerja Toni Cs untuk menghentikan kegiatan sementara.
Salah seorang anggota Kepolisian yang dicoba dikonfirmasi terkait insiden ini tak bersedia memberi keterangan.
"Nanti sama pak Kapolsek saja konfirmasinya. Saya juga tak tahu apakah sengeketa tanah ini sudah dilaporkan ke polisi apa tidak," ujar petugas Kepolisian yang tak diketahui identitasnya itu.
Pantauan di lokasi tanah yang disengeketakan, sebuah papan plang tampak berdiri dengan tulisan, tanah ini milik JW Tampubolon Akta Jual Beli 2785/SH/1987 dibawah pengawasan Kantor Advokat Refranto Lanner Nainggolan SH.
Hingga berita ini ditulis, ratusan massa tampak berada di lokasi tanah yang disengketakan. Demikian juga dengan puluhan aparat Kepolisian. Namun sayang, Kapolsek Rumbai sejauh ini belum terlihat di lokasi. (fin)

Komentar Via Facebook :