Kinerja Petugas Dinas Perhubungan di Roro Tanjung Kapal Dipertanyakan
Pengguna jasa Ro-Ro di Tanjung Kapal dibiarkan petugas Dishub masuk melalui pintu keluar yang seharusnya tidak diperbolehkan, Minggu (25/9/2016).
Bengkalis, Oketimes.com - Pelayanan di pelabuhan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, benar-benar amburadul. Sejumlah masyarakat minta pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditugaskan di pelabuhan yang melayani penyeberangan ke Kota Dumai itu dipindahkan. Bahkan ada yang mengusulkan sebaiknya dipecat saja.
Masyarakat merasa kecewa buruknya kinerja petugas Roro hingga sering terjadi cek-cok, baik antar pengguna jasa maupun dengan petugas Roro. Seperti tang terjadi Minggu (25/9/2016) petang kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB, nyaris terjadi baku hantam, karena pegawai Dishub disana sama sekali tidak mau mengatur antrian. Meski sudah diingat mereka terkesan acuh tak acuh saja.
Ironisnya lagi, tanpa merasa sedikit bersalah mereka sengaja petugas Dishub justru mempersilahkan kendaraan yang belakangan antri mendahului kendaraan di depannya yang sudah mengantri berjam-jam.
Tak hanya itu, meskipun di depan mata, pegawai Dishub tersebut juga membiarkan kendaraan, khususnya sepeda motor menerobos masuk melalui pintu kedatangan yang seharusnya tidak diperbolehkan dan langsung menunggu di jembatan pelabuhan, sehingga bisa lebih dahulu masuk ke Ro-Ro untuk menyeberang. Bahkan ada oknum yang memfasilitasinya.
"Tak usah heran. Sejak dulu, beginilah kinerja pagawai Dishub di Pelabuhan Tanjung Kapal ini. Pelayanan di sini sesuka hati mereka, menyedihkan. Bahkan terkadang ada pegawai Dishub yang dalam bertugas hanya menggunakan sandal," ujar sejumlah pengguna jasa Ro-Ro di pelabuhan Tanjung Kapal, yang dimintai komentarnya.
Saking buruknya pelayanan disana, sebagian pengguna jasa minta petugas Dishub yang bertugas di pelabuhan Tanjung Kapal itu diberi sanksi tegas. Misalnya, kalau dia seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bersangkutan dimutasikan. Sementara, kalau pegawai tersebut hanya tenaga honorer, sebaiknya dipecat saja.
"Mereka itu seharusnya melayani masyarakat dengan baik. Kalau terus dibiarkan begini, mereka akan merusak citra pemerintah. Bagaimana orang mau beramai-ramai mengunjungi objek wisata di pulau Rupat kalau pelayanan yang diberikan aparatur pemerintah buruk seperti ini," tambah Selamat (37) yang mengaku warga Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat Utara.
Sebagai pengguna jasa lainnya, Selamat juga minta, kalau pegawai Dishub yang bertugas di Pelabuhan Ro-Ro Tanjung Kapal itu merupakan PNS Pemerintah Kabupaten Bengkalis, agar Bupati Bengkalis memberikan tindakan tegas. Kalau mereka pegawai honor, sebaiknya diberhentikan saja.
"Untuk apa dipertahankan, hanya menghabiskan duit rakyat membayar gaji atau honor mereka. Tempatan atau rekrut petugas lain yang mau melayani masyarakat," imbuh Selamat yang turut menyaksikan pertengkaran tersebut kepada sejumlah wartawan,
Hal senada juga dimintanya kepada Gubernur Riau (Gubri). Selamat berharap Gubri) juga dapat memberikan tindakan serupa kalau pegawai Dishub di Tanjung Kapal itu merupakan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Apalagi, imbuh Selamat, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pengelolaan dan pelayanan di pelabuhan Ro-Ro Tanjung Kapal berada di bawah tanggungjawab Dinas Perhubungan Pemprov Riau. (ptr)
Komentar Via Facebook :