BEM Unri Kumpul Koin untuk BNN Tes Urin Anggota DPRD Riau

Aksi Mahasiswa dari BEM UIR saat melakukan pengumpulan koin untuk BNN lakukan tes urin anggota DPRD Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau melakukan aksi penggalangan dana buntut dari permasalahan ditemukannya sisa narkoba jenis sabu dan alat hisapnya dalam gedung DPRD Riau yang tak kunjung ditindak dan di test siapa pemakai sabu tersebut oleh BNN Provinsi Riau dengan alasan tidak ada anggaran.

Aksi yang berlangsung, Rabu (21/9/2016) sekitar pukul 10.00 - 11.00 WIB ini, mengundang banyak perhatian masyarakat dan pengendara yang melintas di simpang empat lampu merah Mall SKA.

Hal ini ditandai dana yang terkumpul dengan aksi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam tersebut adalah sebesar Rp 685.000.

Namun tak cukup sampai di situ, para mahasiswa berencana akan kembali melakukan penggalangan melalui donasi media online.

Dana yang terkumpul nantinya akan langsung di serahkan ke BNN Provinsi Riau, agar kemudian dapat digunakan untuk tes urine terhadap seluruh anggota DPRD, staf dan pegawai DPRD Provinsi Riau.

"Kami juga menuntut kepada DPRD Provinsi Riau berani dan terbuka untuk di test urinenya oleh BNN Provinsi Riau, DPRD Provinsi Riau harus bersih dari Narkoba," tukas Presma Universitas Riau Abdul Khair saat melakukan aksi penggalangan dana.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis menemukan sampah bekas pesta narkoba yang ditinggal pelakunya di salah satu ruangan yang ada di gedung DPRD Riau, Kamis (8/9/2016) sore.

Beberapa potongan sampah tersebut berupa satu buah mancis yang sudah dicopot kepala logamnya, beberapa kantong plastik kecil wadah sabu-sabu. beberapa pipet dan sebuah logam yang disinyalir untuk peralatan menyabu. kecuali itu juga terdapat sekeping papan yang bertuliskan "Dilarang Keras Menyabu Disini".

Potongan sampah bekas pesta sabu tanpa sengaja ditemukan rekan wartawan saat memasuki ruangan terbuka yang berada di bagian atas ruang Paripurna yang cukup luas.

Usai didokumentasikan oleh awak media, temuan tersebut kemudian disampaikan ke Sekwan DPRD Riau, Kaharuddin. Menurutnya, ruangan tersebut merupakan ruangan terbuka dan bebas siapa saja bisa keluar masuk tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu. (dzs)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait