Satlantas Pekanbaru Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas
Salempang Polantas Wanita: Guna mensosialisasikan keselamatan berlalulintas, Polantas Wanita mengenakan selempang bertuliskan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas berdidri di depan persimpangan Kantor Gubernur Riau, Selasa (2/8/2016).
Pekanbaru, Oketimes.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, gencar melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas melalui kampanye keselamatan berlalu lintas saat pengaturan dan penjagaan arus lalu lintas pagi hari di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.
Kampanye keselamatan dalam berlalu lintas ini, terlihat setiap pagi hari di setiap persimpangan Kota Pekanbaru, dengan personil Kepolisian yang dilengkapi dengan selempang bertuliskan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, serta papan rambu rambu lalu lintas yang telah disiapkan guna menghimbau dan pemberitahuan kepada setiap pengguna jalan raya.
Seperti terlihat pada Selasa (2/8/2016) pagi, disekitar Tugu Zapin, personil Polwan dari Sat Lantas Polresta Pekanbaru dengan dilengkapi papan rambu kecil sebagai alat himbauan, melakukan penyetopan kendaraan tepat dibelakang garis marka.
Hal itu dilakukan guna pengendara memberikan hak bagi pejalan kaki untuk menyeberang di Zebra Cross yang ada di depannya. Selain di lokasi sekitar Tugu Zapin, kampanye keselamatan berlalu lintas juga terlihat di beberapa sekolah, dimana setiap personil kepolisian membantu anak-anak sekolah menyeberangi Zebra Cross.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan R, SIk dikonfirmasi melalui Kasat Lantas Kompol Budi Setiawan, SIk, MIk mengenai kampanye keselamatan berlalu lintas tersebut mengatakan, hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat baik pengendara maupun pejalan kaki.
"Kampanye keselamatan berlalu lintas ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik pengendara maupun para pejalan kaki yang ingin menyeberang di Zebra Cross. Dengan adanya himbauan dari personil kepolisian, maka setiap pengendara yang mendekati Zebra Cross dihimbau agar mengurangi kecepatannya dan berhenti tepat dibelakang garis marka, sehingga pejalan kaki dapat menyeberang dengan rasa aman juga," jelas Budi Setiawan. (dzs)

Komentar Via Facebook :