Sulit dapat WDP, Wawako Akui Pengelolaan Aset Pemko Buruk
Ayat Cahyadi, Wakil Walikota Pekanbaru.
Pekanbaru, Oketimes.com - Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi yang hadir dalam pelaksanaan paripurna terkait pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Pekanbaru terhadap Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Kota Pekanbaru tahun 2015, Senin (25/6/2016) mengaku sebenarnya keinginan Pemko Pekanbaru selama ini adalah Opini WTP (wajar tanpa pengecualian).
Namun dikarenakan pengelolaan aset yang buruk, maka Pemko tetap saja mendapatkan WTP dari LHP BPK Provinsi Riau.
"Ini terus kita sempurnakan, bagaimana permasalahan aset ini bisa selesai. Seluruh SKPD harus melakukan penataan asset dengan baik, karena Wako dibantu SKPD, ada 41 SKPD. Kita tidak menyerah dan terus berusaha, 2017 dan seterusnya kita berusaha," kata Ayat.
Terkait keluhan fraksi DPRD yang mengatakan PAD Pemko Pekanbaru yang terus menurun, Ayat menegaskan di penghujung kepemimpinan ini masih terus melakukan perbaikan-perbaikan sistem.
"Kita perbaiki sistem, kalau sudah baik insya Allah terus-terusan dapat WTP. Misalnya, sudah kita lakukan sistem keuangan akuntansi berbasis aktual, mengupdate para SDM-nya, karena kalau akuntansinya sudah betul dan SDMnya tidak, ini tentu tidak baik juga, ini terus kita berusa membangun kerjasama dengan lembaga, misalnya BPKP, konsultasi dalam menata keuangan ini," bebernya.
Disinggung buruknya pengelolaan asset dan keuangan daerah ini digambarkan dengan lemahnaya Pemko Pekanbaru, contohnya dalam pengelolaan asset mobil dinas, Ayat sedikit terbatah menjawabnya dan hanya bisa berjanji, akan terus memperbaiki sistem kemudian persoalan ini menjadi PR bagi Pemko Pekanbaru.
"Kalau itu gak masuk, itu hal. Ini tinggal pencatatan, misalnya sudah dibeli mobil sekian, didistribusian kemana saja ini harus tercatat semua, jangan sampai mobil ada, STNK tidak ada, yang makai juga tidak tahu siapa, ini PR yang harus diselesaikan," sebutnya. (eza)

Komentar Via Facebook :