Modus Bantu ATM Nyangkut Kuras Rekening IRT Rp20,5 Juta
Ilustrasi
Pekanbaru, oketimes.com - Hati-hati kalau berada di mesin ATM. Kejahatan bisa saja mengincar anda. Apalagi ada orang yang berlagak berpura-pura membantu.
Seperti yang dialami Siti Marni (34) warga Jalan Cipta Karya, Gang Paus, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Ia terpaksa harus kehilangan uang Rp 20,5 juta dimesin ATM BRI, setelah seorang pria tak dikenal membantunya.
Akibat kejadian itu, ibu rumah tangga ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru, Sabtu (25/6/2016) siang.
Keterangan yang diberikan Siti kepada petugas, uang miliknya itu hilang berawal saat korban pergi ke ATM BRI yang berlokasi di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan pada Jumat (24/6/2016) sore, sekitar pukul 18.00 WIB, guna menarik uang untuk keperluan rumah tangganya.
Namun, tiba-tiba, kartu ATM BRI miliknya tersangkut. Awalnya, korban sudah mencoba mengeluarkan kartu ATM-nya, namun tidak berhasil keluar.
Secara bersama, tiba-tiba seseorang pria yang tidak dikenalnya datang ke ruang ATM berpura-pura untuk membantu dan meminta korban untuk memasukkan kode pin ATM korban. Mendengar ucapan itu, korban pun menekan tombol angka memasukkan PIN nya disaksikan oleh pelaku.
Lalu orang tersebut langsung pergi, dan korban mengambil kartu ATM-nya dengan cara mencongkelnya menggunakan kunci sepeda motor miliknya. Korban yang gagal mengambil uang dalam ATM lantas beranjak pulang ke rumahnya.
Sesampainya dirumah, korban menceritakan kepada anaknya sambil memperlihatkan kartu ATM-nya kepada sang anak. Oleh sang anak, lalu mengambil ATM ibunya sambil berkata jika itu kartu ATM itu bukan milik sang ibu dan telah ditukar oleh pria tak dikenal tersebut.
Kaget, pada Sabtu (25/6/2016) pagi, korban lalu pergi ke kantor Bank BRI untuk mengecek saldo. Saat itu saldo korban yang awalnya Rp 21 juta telah berkurang menjadi Rp 500 ribu. Mengetahui hat tersebut, korban langsung mendatangi Polresta Pekanbaru guna melaporkan kejadian yang baru dialaminya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto Sik, saat dikonfirmasikan mengaku sudah menerima laporan korban dan masih mendalami kasusnya.(dzs)

Komentar Via Facebook :