Dinilai Tender Tidak Fair

Ruang Kerja Bidang Sarpras Disdik Pekanbaru di Gembok Rekanan

Dipicu oleh ketidakpuasan atas lelang proyek, ruangan kerja Bidang Sarpras Disdik Pekanbaru disegel oleh salah seorang kontraktor dengan menggembok pintu masuk, Kamis (16/16/2016).

Pekanbaru, oketimes.com - Tidak puas dengan hasil lelang proyek yang diumumkan Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, salah seorang kontraktor bernama H Yuli, menyegel ruangan Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), Kamis (16/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

H Yuli mengatakan, penyegelan yang ia lakukan dengan cara menggembok ruangan Bidang Sarpras di sisi Barat Kantor Disdik Pekanbaru, merupakan bentuk protes atas sikap Kabid Sarpras Katwadi MT yang diduga melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam mengatur pemenang lelang.

Kontraktor yang satu ini, mengaku dirinya siap menerima konsekwensi apapun, termasuk jika dirinya dilaporkan ke polisi atas tindakannya tersebut.

"Silahkan dia lapor ke polisi. Lebih cepat dia lapor, maka lebih cepat dia (Katwadi, red) masuk penjara. Saya siap membeberkan dugaan korupsi yang ia lakukan, termasuk pada pembangunan SMK Tekhnologi yang kini tengah dikerjakan," ujarnya.

H Yuli membeberkan, ada 17 paket pekerjaan yang diduga diatur pemenangnya oleh Katwadi. Para pemenang lelang tersebut adalah tetangga dan kroni-kroni Katwadi seperti, Ustad, Ita, Asun dan beberapa kroni lainnya.

Ia mengaku, jika lelang dilakukan secara fair, dia yakin perusahaannya akan jadi pemenang salah satu paket pekerjaan yang dilelang.

Pada bagian lain, H Yuli juga membeberkan bentuk korupsi pada pembagunan SMK Teknologi Pekanbaru yang kini tengah dibangun. Untuk membuktikannya ia menantang wartawan untuk bersama-sama masuk ke lokasi proyek.

"Untuk membuktikan ada tidaknya korupsi pada pembangunan SMK Teknologi, ayo kita sama-sama turun ke lokasi. Kalau ada yang menghalangi masuk ke lokasi proyek, saya siap berada di garis depan," ujar H. Yuli di ruang ajudan Kepala Disdik Pekanbaru.

Terpisah, Kabid Sarpras Katwadi yang dihubungi via dua nomor ponselnya, tak aktif. Begitu juga pesan singkat yang dikirim ke nomor selular Kabid yang dikenal jarang ngantor tersebut, tak bisa masuk alias selalu gagal.

Sementara salah seorang staf Bidang Sarpras, Tasmarman Tasin saat ditanya tentang penyegelan ruangan tempat ia biasa bekerja hanya bisa menjawab singkat.

"Biasalah, ada yang senang dan tak senang dalam lelang proyek," ujarnya cuek seraya berlalu meninggalkan wartawan bersama salah seorang konsultan proyek. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait