Gubri Tinjau Persiapan Asrama Embarkasi Haji Antara Riau

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman didampingi Asisten I Ahmadsyah Harrofie melakukan peninjauan sekaligus pengecekan fasilitas asrama haji untuk embarkasi haji antara yang lokasinya di Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Pekerja di belakang Rumah Sakit Awal Bros jalan Sudirman Pekanbaru, Minggu (12/6/2016).

Pekanbaru, oketimes.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman didampingi Asisten I Ahmadsyah Harrofie melakukan peninjauan sekaligus pengecekan fasilitas asrama haji untuk embarkasi haji antara yang lokasinya di Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Pekerja di belakang Rumah Sakit Awal Bros jalan Sudirman Pekanbaru, Minggu (12/6/2016).

Bangunan yang sempat dijadikan asrama kontingen PON tahun 2012 lalu, merupakan tempat yang dipilih pemerintah provinsi (pemprov) Riau, untuk dijadikan asrama haji, sebagai syarat akan ditunjuknya Riau sebagai embarkasi haji antara pada tahun 2017 yang akan datang.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini Senin (13/6/2016), juga akan dijadwalkan melihat Rusunawa pekerja. Kunjungan kerja Menteri Agama ke Provinsi Riau yang dijadwalkan besok berkaitan dengan kegiatan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) nasional LPP RRI.

Pada kesempatan tersebut pihak pemprov Riau sekaligus akan menyampaikan terkait kelayakan Riau untuk memiliki embarkasi haji sendiri yang persyaratan teknisnya dinilai pemprov Riau sudah terpenuhi.

"Kami akan mengkosultasikan kelayakan provinsi Riau menjadi embarkasi haji kepada Menteri Agama yang direncanakan berada di Pekanbaru. Tergantung pembicaraan besok dengan pak Menteri (Menteri Agama), kalau beliau setuju ya mungkin ada beberapa kabupaten yang kita coba embarkasi antara," kata Gubri yang biasa akrab disapa Andi Rachman.

"Riau sudah siap tahun ini, tapi tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi, itu yang akan kita coba sampaikan besok. Kalau saya rasa dari persiapan kita fasilitasnya sudah siap seluruhnya," ungkap Andi Rachman.

Setelah meninjau Rusunawa pekerja, Gubri juga meninjau lahan yang telah disiapkan Pemprov Riau seluas 5,2 hektar, lahan tersebut merupakan tempat akan dibangunnya asrama haji Riau oleh Kementerian Agama RI yang lokasinya di jalan Parit Indah menuju Labersa Hotel.

Sebelumnya Kamis (9/6/2016), Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman telah bertemu Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ignatius Jonan di Jakarta. Pertemuan itu merupakan salah satu upaya Riau mendorong terwujudnya Bandara SSK II Pekanbaru menjadi embarkasi haji.

Gubri menjelaskan, panjang landasan (Runway) udara Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru 2.600 meter, yang bisa digunakan saat ini hanya 2.240 meter, hal ini disebabkan karena belum dilakukannya pergeseran instrument landing system (ILS) atas penambahan landasan sepanjang 2.600 meter.

"Dengan Landasan 2.600 meter bandara SSK II Pekanbaru sudah seperti Bandara Adi Sumarmo Solo,  dan mampu mendaratkan Airbus A330. Infrastruktur bandara sepenuhnya sudah siap. Dan saya sudah mengusulkan ke Menhub agar panjang landasannya ditambah lagi menjadi 3.000 meter," ujar Andi Rachman.

Gubri menjelaskan para Jemaah Calon Haji (JCH) Riau sudah bisa terbang dari bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II lalu transit saja di Batam dan langsung terbang ke Arab Saudi tidak harus menginap lagi di Batam. Masih kata Gubri, hal ini akan sangat membantu pemerintah kabupaten/kota di Riau dalam upaya memberikan pelayanan kepada JCH.

"Selama ini pemerintah kabupaten kota harus mengalokasikan anggaran biaya penerbangan jemaah calon hajinya dari Pekanbaru ke Batam, dengan adanya embarkasi haji antara di Pekanbaru akan menghemat biaya jemaah calon haji," ujar Gubri.

Untuk diketahui jumlah Jemaah Calon Haji (JCH) Riau merupakan yang terbanyak di embarkasi Batam, mencapai 70 persen dari total keseluruhan. Dengan ditunjuknya Riau sebagai embarkasi haji antara, hal ini sangat mempengaruhi penghematan anggaran JCH dari kabupaten/kota di provinsi Riau. (hms/red)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait