Diberitakan, Satker PJN Wilayah II Riau Ancam Wartawan

Ilustrasi

Pekanbaru, oketimes.com - Entah karena panik, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah II Riau, Ir Dedy Mandrasyah MT mengancam wartawan riaukontras.com, Emos, dan akan melaporkannya ke Polda Riau serta Dewan Pers.

Pasalnya, berita yang dia muat terkait penggunaan dana non fisik, senilai Rp 6 miliar untuk plesiran ke berbagai kota di Indonesia dan luar negeri dinilai tidak benar.

Hal itu dibeberkan Emos didampingi aktifis LSM Forum Pengawas Pembangunan Indonesia, Haryanto saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2016).

Ia mengatakan, awalnya ia mendapat telepon dari seseorang yang belakangan diketahui bernama Pelda TNI Yulisman, petugas keamanan di Satker PJN Wilayah II Riau pada, Senin (6/6/2016).

Dalam percakapan tersebut, diketahui bahwa Yulisman meminta Emos agar datang ke kantor Satker Wilayah II Riau atas permintaan Dedy Mandrasyah. Tanpa pikir panjang, Emos langsung menuju kantor yang beralamat di pertigaan Jalan Arifin Achmad dan Jalan Sukarno Hatta Pekanbaru.

Setiba disana, ia langsung dicegat oleh asisten Dedy Mandrasyah, Asdiman seraya membentak Emos.
"Kau yang kulaporkan duluan atau kau yang melapor duluan ke Polda," bentak Asdiman dengan suara keras, begitu Emos sampai di lantai II kantor PJN Wilayah II Riau sebelum menghadap ke Dedy Mandrasyah.

Singkat cerita, usai insiden tersebut, kemudian Emos masuk ke ruang Dedy Mandrasyah. Kasatker yang dikenal enggan dikonfirmasi wartawan inipun tak kalah garang dengan Asdiman.

Intinya kata Emos, Dedy Mandrasyah tak terima dengan berita yang dia muat, terkait dana non fisik yang digunakan oleh Kasatker PJN Wilayah II Riau bersama Dharma Wanita senilai Rp6 miliar lebih untuk plesiran ke berbagai kota di Indonesia termasuk ke luar negeri.

Ia pun mengecam keras berita yang dimuat Emos dan mengancam akan melaporkannya ke Dewan Pers, ucap Emos.

Menyikapi ancaman itu kata Emos, dirinya mengaku siap jika memang dirinya dilaporkan baik ke Polda maupun Dewan Pers, akibat berita yang ia muat. Emos mengatakan, dirinya hanya sebatas menulis.

"Saya kan hanya menulis. Narasumber jelas kok. Jadi silahkan aja jika mereka melaporkan, saya siap," ujar Emos.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Asdiman yang dihubungi awalnya mengangkat selularnya. Namun setelah ia ketahui bahwa yang menghubunginya adalah wartawan awak media ini, ia pun langsung mematikan. Meski dihubungi berkali-kali Asdiman pun tak lagi mengangkat panggilan ponselnya.

Demikian pula Kasatker Dedy Mandrasyah, dua nomor selulernya yang diperoleh awak media ini, juga Selalu menjawab sibuk atau berada diluar jangkauan. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait