Ditodong Pistol, Karyawan Koperasi Gagalkan Aksi Rampok bersenpi
Ilustrasi
Pekanbaru, OKETIMES.COM - Aksi kawanan rampok bersenjata api (Senpi) kembali terjadi di Kota Pekanbaru, tepatnya di Koperasi Sejahtera Simpan Pinjam yang berlokasi di Jalan Inpres No 100 B, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (11/5/2016) sore kemarin.
Dalam peristiwa itu, pelaku sempat meletuskan senjatanya kearah lantai kantor koperasi usai terjadi pergumulan dengan seorang karyawan bernama Suranto Tondang (29).
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto Sik pada awak media ini mengatakan, peristiwa itu terjadi sore hari, sekitar pukul 17.30 WIB. Dimana dua pelaku yang datang menggunakan mobil Toyata New Avanza warna silver Nopol BM 1072 BE (diduga Palsu-red) masuk ke dalam kantor Koperasi Sejahtera Simpan Pinjam.
Saat itu, dua pria yang tak dikenal masuk ke dalam kantor berpura-pura ingin mengadaikan laptop. "Selanjutnya, seorang pelaku mengeluarkan, senjata api dan menodongkannya ke kening Suranto sambil berkata dimana uang disimpan. Korban lalu menjawab uang tidak ada," sebut Bimo, Kamis (12/5/2016).
Bukannya takut, melihat pelaku yang menodongkan senjata api ke keningnya, Suranto malah melawan dengan cara memegang tangan dan memukuli pelaku.
Pergumulan pun terjadi, sehingga pelaku meletuskan senjatanya. Beruntung, tangan pelaku yang masih dipegang oleh Suranto, sehingga tembakan pelaku hanya mengarah ke lantai dan tidak mengenai korban dan menyita perhatian warga sekitar.
"Setelah meletuskan tembakannya, pelaku langsung kabur melarikan diri menggunakan mobil Toyota New Avanza warna silver Nopol BM 1072 BE yang diduga palsu. Dari keterangan saksi di dalam mobil ada rekan pelaku lainnya," terang Bimo.
Anggota Polsek Bukit Raya yang mendapat informasi adanya peristiwa perampokan itu langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Saat ini kasus perampokan menggunakan senjata api itu masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Pekanbaru.
"Di tempat kejadian perkara (TKP) kita juga menemukan barang bukti proyektil peluru. Untuk jenis senjata yang digunakan kita masih melakukan penyelidikan," tukas Kompol Bimo Arianto. (dabot)

Komentar Via Facebook :