Pemuda Pancasila Bukit Batu Kutuk Aksi Pasutri Tionghoa Aniaya PRT

Maria Imelda pembantu rumha tangga korban kekerasan oleh majikannya saat menjalani medis di RSUd Bengakalis beberapa hari lalu.

Bengkalis, Oketimes.com - Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis mengutuk aksi kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh pasangan suami istri, Herman - Wati warga Tionghoa terhadap pembantu rumah tangga (PRT), Maria Imelda beberapa hari lalu.

Kendati keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi warga lain untuk tidak melakukan hal yang sama.

"Kami mengutuk keras perbuatan penganiayaan yang dilakukan pasangan suami-istri terhadap pembantu rumah tangganya ini, apalagi penganiayaan ini sudah dilakukan pelaku berulang kali," ujar Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bukit Batu, Asep Setiawan Amd, pada awak media ini, Rabu (27/4/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Wawan mengapresiasi Polsek Bukit Batu yang bergerak cepat menangani kasus ini dan penetapan tersangka pada pelaku.

Kembali Wawan menghimbau kepada warga agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan kejadian atau tindakan serupa di lingkungan sekitarnya.

"Mari sama-sama kita jaga keamanan dan kondusifitas di lingkungan Kecamatan Bukit Batu, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama," imbaunya.

Ketua PAC PP kecamatan Bukit Batu ini juga mengingatkan dan meminta kepada warga agar tidak mengaitkan kejadian ini dengan unsur SARA. Karena kebetulan pelaku merupakan warga keturunan Tionghoa.

"Bukan berarti semua warga Tionghoa itu berprilaku sama dengan tersangka, jangan sampai ada pihak-pihak yang memprovokasi peristiwa ini untuk memecah-belah masyarakat Kecamatan Bukit Batu yang selama ini hidup rukun berdampingan dan saling toleran antar suku dan umat beragama," tegas Wawan.

Terpisah, salah seorang warga Tionghoa Sungai Pakning yang minta disembunyikan jatidirinya juga mengutuk perbuatan yang dilakukan pasutri tionghoa tersebut, selain tidak bermoral dan tidak berprikemanusiaan juga karena hal ini membuat malu seluruh warga tionghoa Sungai Pakning khususnya. (der/red)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait