Developer Tutup Saluran Air, Dua Bedeng Warga Terendam Banjir
Akibat ditutupnya saluran air oleh Developer perumahan PT Putra Anas Jaya di RT 05 dan RT 02 RW 08 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, dua bedeng batu bata milik warga terendam banjir setinggi 3 meter.
Pekanbaru, Oketimes.com - Akibat ditutupnya saluran air oleh Developer perumahan PT Putra Anas Jaya di RT 05 dan RT 02 RW 08 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, dua bedeng batu bata milik warga terendam banjir setinggi 3 meter. Akibatnya, warga mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dan belasan kepala terancam kehilangan mata pencarian.
Seorang pekerja bedeng, Kirin, kepada wartawan menuturkan, banjir yang disebabkan ditutupnya saluran air tersebut telah berlangsung selama sebulan lebih. Akibat terendamnya bata yang telah dicetak namun belum dibakar, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 6 juta lebih.
"Sejak developer menutup tali air yang berada di sebelah bedeng, setiap hujan turun, kami selalu kebanjiran. Ribuan bata yang telah dicetak dan menunggu dibakar, kini tak bisa digunakan lagi. Sementara upah cetak bata tersebut tetap harus dibayarkan," kata Kirin.
Selain itu, aktivitas bedeng sejak sebulan lalu terpaksa terhenti. "Bagaimana kami mau mencetak bata, jika tiba-tiba turun hujan, bata akan basah terendam banjir, percuma saja dibakar, tungku pembakaran pun terendam dan kayu ikut basah," sebutnya.
Selain itu, rumah Kirin yang tinggal di sekitar bedeng tersebut juga ikut terendam banjir dengan kedalaman hingga satu meter. Jika banjir datang, dia dan keluarganya terpaksa keluar dari rumah yang terendam itu.
Parahnya lagi, pasca banjir, dia dan keluarganya serta beberapa warga lainnya diserang nyamuk. "Air sisa banjir itu juga berbau busuk, anak sekolah yang biasa melintas di sekitar juga merasa tak nyaman," papar pria ini.
Akhir April lalu, dirinya telah mengadukan masalah ini secara tertulis kepada Lurah setempat dengan tembusan Camat Tenayan Raya dan DPRD Pekanbaru. Namun hingga saat ini tak kunjung mendapat respon.
"Sejak kejadian ini, belasan kepala terancam kelaparan karena kehilangan mata pencarian. Kami berharap pemerintah mau merespon keluhan kami," tutup Kirin. (ndi)

Komentar Via Facebook :