Camat Dikejar, Satpol PP Dilempari Telor
Lagi, Penertiban Pasar Kaget Rumbai Ricuh
Pedagang Pasar Kaget tampak beradu mulut dengan petugas Satpol PP Pekanbaru saat melakukan penertiban, Rabu (13/4/2016) sore kemarin.
Pekanbaru, Oketimes.com - Marah, jengkel dan rasa kecewa oleh puluhan pedagang pasar kaget Jalan Sultan Kasim melawan puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru saat melakukan penertiban kembali aktifitas dagangan mereka, Rabu (14/3/2016) sore.
Kericuhan pecah sekitar pukul 16.00 WIB antara Satpol PP Pekanbaru dengan pedagang pasar kaget. Kericuhan berawal saat Satpol PP melakukan penertiban dan membongkar lapak dan memaksa menututup dagangan mereka dengan kesan arogan. Personil Satpol PP menarik paksa dagangan para pedagang dari salah satu lapak dan memasukkan kedalam truck.
Parahnya lagi, salah satu personel Satpol PP dengan emosi membanting-banting barang jualan pedagang saat hendak menurunkan dari sepeda motor yang sedang parkir.
Tidak terima dengan sikap arogansi Satpol PP, puluhan pedagang melakukan perlawanan dengan mendorong personel Satpol PP dan perang mulutpun terjadi.
"Apa hakmu merusak barang saya, itu bukan di jual. Jangan sombong ya, baru jadi anggota satpol PP sudah belagak," hardik Nadia seraya diaminkan puluhan pedagang lainnya.
"Kami di sini berjualan hanya mencari makan. Jangan mentang-mentang masyarakat lemah, kami selalu ditindas. Berjualan salah, mencuri salah, mengemis salah, apalagi jual diri, kami pasti ditangkap. Kami berjualan diatas lahan milik kami sendiri," teriak Nadia kesal.
Mendengar ocehan pedagang, sang Satpol PP balik memarahi dan menghardik pedagang," Mau apa, kau tandai ini nama aku, sambil menunjukkan seragam Satpol PP. Nama saya Wiko," tukas salah satu petugas satpol PP kepedagang tersebut.
Kondisi sempat tenang saat itu setelah dilakukan negosiasi antara petugas dan pedagang. Akan sempat memanas dikala para pedagang saat meminta kembali barang dagangan mereka yang diamankan agar dikembalikan ditolak petugas Satpol PP.
Kericuhan pun kembali terjadi, puluhan pedagang mencoba menerobos pagar betis Satpol PP.
"Kembalikan ikan itu. Ikan itu masih utang sama toke" teriak pedagang.
Untung saja Petugas kepolisian Rumbai dengan sigap mengamankan situasi, sehingga tak sampai terjadi kontak fisik kedua belah pihak.
Situasi kembali memanas, saat Camat Rumbai Zulhelmi Arifin tiba di lokasi penggusuran. Para pedagang tersulut emosi melihat sosok camat tersebut.
"Itu Camat kurang ajar, kami warga saja di kotak-kotakan. Kami mau diusir pakai preman. Itu zalim sekali," ujar pedagang seraya mengejar Zulhelmi.
Namun upaya pedagang ini gagal dilakukan sebab dihalangi oleh Satpol PP Pekanbaru. Kemudian para pedagang pun melempari Satpol PP dengan telor yang nyaris mengenai Kakan Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian.
Situasi kembali tenang, setelah pihak Satpol PP berdialog dengan para pedagang. Alhasil barang mereka akhirnya di kembalikan, setelah pedagang membuat perjanjian tidak berjualan lagi di lokasi tersebut.
Camat Rumbai Zulhelmi Arifin didampingi Kakan Satpol PP Pekanbaru menjelaskan, pihaknya akan terus terus memantau kegiatan di lokasi tersebut sampai benar-benar tertib. "Kita harus mengacu kepada perda nomor 9 tahun 2014 tentang pasar kaget," tegasnya.
Zulhelmi juga membantah dengan tegas tudingan pedagang yang menyebutkan penertiban di lakukan dengan preman. " Kita sudah berulang kali berunding tapi mereka menolak," tutupnya. (jsn)
Foto : Seorang pedagang terlihat sedang perang mulut dengan personil Satpol PP Pekanbaru saat melukukan upaya penertiban pedagan pasar kaget di Rumbai Pekanbaru, Rabu (13/4/2016) kemarin.

Komentar Via Facebook :