Save KPK
BEM Unri Hadiahi Tikus Buat Legislator Riau, Anggota Dewan Cuek
Demo Save KPK yang di gelar massa BEM Unri di DPRD Riau meneriaki DPRD Riau penakut dan menghadiahi puluhan ekor tikus, Jumat (26/2/16).
Pekanbaru, Oketimes.com - Demo Save KPK yang di gelar massa BEM Unri di DPRD Riau meneriaki DPRD Riau penakut dan menghadiahi puluhan ekor tikus, Jumat (26/2/16).
Kedatangan massa aksi ke lembaga wakil rakyat Riau itu bermaksud menyampaikan aspirasi menolak revisi UU KPK. Namun dalam aksinya, pendemo ternyata membawa tikus yang diberikan sebagai hadiah buat para anggota dewan Riau. Karena massa menilai dengan dilakukanya revisi UU KPK tentu akan terjadi pembiaran pada `tikus-ikus` atau koruptor yang dengan bebas akan berbuat.
Untuk itu, warga juga diajak untuk sama-sama menolak revisi UU KPK. "Kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengkritisi serta menolak, segala upaya pelemahan KPK. Harusnya sebagai wakil rakyat DPRD mendukung pemberantasan tindak korupsi, bukan melemahkan," ungkapnya ungkap Korlap Triandi Birmankalid di sela-sela aksi.
Dia menyebutkan, pemerintah serta DPR segera menghentikan pembahasan revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Karena hal tersebut dapat memicu pelemahan usaha pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kehadiran aksi massa tersebut, disambut anggota DPRD Riau Suhardiman Amby. Kendati disambut baik orasi yang disampaikan mahasiswa, serta mendukung upaya tidak dilakukan revisi UU KPK. Namun, dewan tetap menolak cara yang dilakukan mahasiswa dalam orasi tersebut.
Ketidaksudian politisi Hanura itu, dibuktikan dengan tanda tidak menerima kotak warna putih yang isinya beberapa ekor tikus yang diserahkan perwakilan mahasiswa sebagai simbol tindak penolakan revisi UU KPK.
"Pada prinsipnya saya mendukung orasi tersebut, namun cara yang dilakukan kurang layak dan tidak sesuai dengan etika di negeri bumi Melayu lancang kuning. Harusnya cara yang lebih baik. Ini menodai demokrasi dan jangan disamakan dengan tuntutan," ungkap Suhardiman.
Usai menyatakan penolakan, Suhardiman kemudian meninggalkan masa aksi tanpa membawa lembaran kertas berisikan poin-poin tuntutan dari pendemo. "Tidak jadi diterima surat mereka," sebutnya.
Melihat gelagat anggota DPRD itu, massa BEM Unri mencoba mendobrak pintu masuk DPRD Riau. Namun dengan penjagaan yang ketat dari pihak Kepolisian dan Satpol PP, massa tidak berhasil masuk dan akhirnya tikus-tikus tersebut dikeluarkan di tangga gedung dewan.
Tak lama kemudian, aksi BEM UR ini meneriaki para DPRD Riau penakut, karena tidak bersedia menerima tikus-tikus tersebut.
"DPRD Riau takut membela kepentingan masyarakat," teriak seorang siswa sebelum membubarkan diri. (dar)

Komentar Via Facebook :