Soal Ancaman Presiden Tentang Karlahut, Plt Gubri: Jalankan Sesuai Arahan Presiden

Presiden RI Joko Widodo beserta isteri didampingi Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau lokasi bekas kebakaran lahan dan pembuatan embung di Desa Rimbo Panjang Kab Kampar provinsi Riau akhir Novomber tahun 2015 lalu.

Pekanbaru, Oketimes.com - Presiden RI Joko Widodo tidak main-main dalam membasmi pelaku karhutla yang menyebabkan kabut asap hampir 18 tahun belakangan ini. Untuk itu, Jokowi mengancam wilayah yang masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di tahun 2016 ini, Kepala daerahnya akan dicopot.

Menanggapi hal itu Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, wajar jika Presiden RI mengajukan pernyataan tersebut. Penyataan itu kemungkinan besar dalam rangka upaya harapan agar bencana kebakaran hutan dan lahan di tahun ini, sama seperti di tahun 2015 lalu.

"Kami yang melaksanakan tugas, kami akan jalankan sesuai dengan arahan presiden. Kita menyadari juga bahwa upaya untuk mengantisipasi masalah karhutla dan asap ini memang cukup sulit. Tapi kami sudah berupaya untuk mengantisipasi itu," katanya pada awak medi, Kamis (21/1/16).

Sebelumnya, Andi Rachman diminta untuk tidak berdiam diri, dalam rangka memasuki musim panas di Riau, yang dipredikisi akan melanda Riau dalam jangka watu tidak lama lagi.

"Upaya itu harus cepat tanggap mengingat Riau masuk dalam salah satu wilayah rawan terjadinya kabakaran hutan dan lahan atau Karhutla. "Dalam rapat koordinasi kemarin, termasuk kabupaten/kota, didengar langsung oleh para bupati dan walikota. Saya rasa mereka sudah mempersiapkan," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Riau diminta untuk melakukan persiapan, misalnya saja, pihak kementerian juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait di daerah untuk melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholder. Terutama para perusahaan.

"Dan dilanjut juga oleh Pak Danrem. Dan hari ini pihak Kapolda Riau juga sedang membahas itu," sambung Andi Rachman.

Usaha itu dilakukan untuk mengurangi dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Termasuk mengkaji dampak yang akan terjadi pada saat musibah itu melanda Riau. Namun demikian Andi Rachman menyadari bahwa upaya Pemerintah Provinsi Riau tidak hanya habis sebatas itu.

Dia melihat, untuk saat ini, masih ada waktu menjelang musim panas memasuki wilayah Riau. Kata Andi Rachman, Pemerintah Provinsi Riau hanya akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk antisipasi, musibah tahunan tersebut. (dea)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait