Membangun Budaya Literasi, SMAN 4 Gelar Workshop
Penandatanganan komitmen guru, siswa dan orang tua siswa tentang program gerakan literasi dengan Kadisidik dan pemasangan pin literasi SMAN 4 kepada peserta yang nantinya sebagai duta literasi di SMAN 4 Pekanbaru.
Pekanbaru, Oketimes.com - SMAN 4 Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Salah satunya adalah menggelar workshop gerakan literasi di sekolah.
Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Hj Nurhafni MPd mejelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk membangun budaya menulis dan membaca, baik dikalangan tenaga pendidik dan peserta didik. Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Prof Zulfadil SE MBA, didampingi Kabid SMA/SMK Disdik Pekanbaru Drs Muzailis, MM.
"Dalam kegiatan itu, Kadisdik juga bberperan sebagai narasumber literasi yang mengangkat tema tentang kebiajakan dinas pendidikan 'ayo peduli pustaka," ujar Nurhafni.
Nurhafni juga menambahkan, selain itu juga menghadirkan narasumber kedua yakni Jarir Amru dan Nurhafni. Sementara untuk moderator ada Lismar Sumirat tentang belajar menulis.
"Gerakan literasi tersebut wajib dikampanyekan oleh seluruh warga sekolah, terutama guru-guru. Membangun budaya literasi ini masih sangat jarang khususnya di SMAN 4. Kami berharap dengan digelarnya workshop ini seluruh guru dapat menyampaikan bahwa gerakan literasi ini sangat baik untuk diterapkan di warga sekolah," katanya pada awa media, Kamis (21/1).
Budaya literasi lanjut Nurhafni, adalah kemajuan sebuah bangsa. Literasi adalah membaca dan menulis yang akan ditumbuh kembangkan dengan berbagai kegiatan dan program yang akan dilaksanakan.
"Sementara, program yang telah dilaksanakan selama ini adalah bedah buku bekerjasama dengan badan arsip dan perpustakaan keliling, 15 menit membaca Alquraan beserta tafsirnya ditambah 15 menit membaca buku cerita, karya sasra oleh siswa setiap hari. Dan adanya taman keluarga yang dilengkapi buku bacaan bagi orang tua, pojok baca di sekeliling sekolah sambil menunggu jemputan orang tua, serta adanya pojok literasi kelas, dan one book one student. Artinya satu siswa satu buku yang disumbangkan dan dibaca secara bergiliran serta sumbangan buku dari orang tua siswa," tambahnya.
Lebih jauh dijelaskan Nurhafni, program selanjutnya yang akan dijalankan adalah lomba literasi, jumpa penulis dan bedah buku, pameran buku, dan literacy award yakni pemberian penghargaan kepada siswa yang banyak membaca dan menulis.
"Lalu akan ada reading award dan pembuatan puisi, cerpen dan esai oleh siswa yang akan kita bukukan menjadi sebuah karya peserta didik serta ada pembuata video tentag kegiatan literasi," ungkapnya.
Sementara itu, Kadisidk Pekanbaru, Zulfadil mengatakan, semangat membangun budaya literasi akan terus berkembang jika semua sekolah melakukannya, terutama jika program ini didukung kepala sekolah atau pihak-pihak terkait yang bisa menggerakan gerakan ini.
"Sebenarnya gerakan literasi bisa dilakukan disemua sekolah, tidak harus pada sekolah elit atau sekolah di perkotaan, sekolah-sekolah di pedesaan pun bisa melakukan gerakan ini," pungkasnya. (ade)

Komentar Via Facebook :