IS Klaim Teror California

Syed Rizwan Farook (28)dan istrinya Tashfeen Malik (29) asal Pakistan, melancarkan serangan di sebuah acara liburan para pegawai negeri di San Bernardino, sekitar 100 km wilayah timur Los Angeles.

California - Kelompok Islamic mengklaim, Sabtu (5/12), bahwa pasangan suami istri yang membunuh 14 orang di california adalah anggotanya.

Badan Penyidik Federal AS atau FBI menyebut serangan itu sebagai tindak terorisme.

Klaim IS itu disampaikan dalam siaran radio tiga hari setelah pria kelahiran AS Syed Rizwan Farook, 28, dan istrinya Tashfeen Malik, 29, asal Pakistan, melancarkan serangan di sebuah acara liburan para pegawai negeri di San Bernardino, sekitar 100 km wilayah timur Los Angeles.

Dua orang itu kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Sumber-sumber pemerintah AS mengatakan Malik dan suaminya mungkin telah terinspirasi oleh IS, namun belum ada bukti bahwa serangan itu diperintahkan oleh kelompok militan tersebut, atau bahwa kelompok itu kenal mereka berdua. Para peserta liburan yang diserang adalah karyawan sebuah dinas pemerintah tempat Farook bekerja.

Jika serangan itu memang terinspirasi oleh IS, ini akan menjadi serangan teroris paling mematikan di AS sejak 11 September 2001.

"Dua pengikut Islamic State melakukan serangan beberapa hari lalu di pusat San Bernadino di California," bunyi siaran radio al-Bayan yang dikendalikan IS, Sabtu.

Sebelumnya, Facebook membenarkan adanya komentar-komentar yang memuji IS saat terjadinya serangan di akun milik Malik dengan nama samaran.

Namun belum jelas apakah komentar-komentar ini diunggah oleh Malik sendiri atau orang lain yang punya akses ke laman dia.

Seorang pejabat FBI juga mengatakan memang ada komentar yang menunjukkan kesetiaan pada IS di laman Facebook tersebut.

"Saya tahu ada unggahan dan benar memang ada sumpah setia (terhadap IS)," kata David Bowdich, asisten direktur kantor cabang FBI di Los Angeles.

Juru bicara Facebook Inc mengatakan profil akun dimaksud telah dihapus sejak Kamis lalu karena dinilai melanggar community standards yang melarang promosi atau pujian untuk tindak terorisme.

Para pejabat FBI mengatakan adanya persiapan serius sebelum serangan, seperti amunisi dalam jumlah besar dan petunjuk mereka berusaha menghapus jejak digital dengan menghancurkan ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

"Berdasarkan informasi dan fakta yang kami tahu tentang mereka, kami sekarang sedang menyidik kasus terorisme yang mengerikan," kata Bowdich.

Pasangan itu memiliki dua senapan serbu, dua senjata semi otomatis, 6.100 amunisi dan 12 bom pipa di rumah dan yang mereka bahwa dalam aksi pembunuhan tersebut. Bowdich mengatakan pasangan itu mungkin merencanakan serangan di lain tempat juga.

Direktur FBI James Comey menatakan investigasi yang dilakukan mengarah ke "radikalisasi para pembunuh dan kemungkinan inspirasi dari organisasi teroris asing."

Sumber: New York Post


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait